jump to navigation

Kantin Kejujuran . . . . ada pisang gorengnya nggak ? Oktober 16, 2008

Posted by Taufik in Uncategorized.
trackback

sekali-kali nulis yang nggak ada hubungannya dengan motor ahhhh

Kejaksaan agung mencoba berikhtiar untuk menanamkan kesadaran serta kejujuran dengan sebuah program yang sarat unsur edukatif dengan sasaran kepada siswa-siwi sekolah menengah, Namanya Kantin Kejujuran. Kantin kejujuran menjual makanan dan minuman. Semua panganan yang dijual diberi label harga dan diletakkan begitu saja diatas meja tanpa ada pramu niaga yang mengawasi dan menjaga. Pokoknya sistemnya Self Service abizzzz. Siswa dapat membayar pada tempat uang yang telah disediakan dan mengambil kembalian pada kotak uang receh yang juga disediakan, sekali lagi . . . . tanpa di jaga!!!. Para siswa diberikan dua pilihan membayar sesuai barang yang dibeli atau sebaliknya, kurang dari harga sebenarnya. Pokoke kalau Para siswa memilih opsi kedua sudah dapat dipastikan kantin tidak akan berlangsung lama alias BANGKRUT.
Kantin Kejujuran menurut saya secara cerdas menganalogikan cara pengelolaan negara , sehingga diharapkan para siswa dapat terbangun integritas dirinya untuk selalu jujur dalam kehidupan sehari-hari. “Tujuan kegiatan ini untuk menanamkan watak kejujuran sejak dini karena kita melihat korupsi terus meningkat,” ujar Hendarman di SMU 42, Jalan Rajawali Raya, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (15/10/2008) seperti yang saya copas dari oke news.com.

Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

Gambar: www.sman1-cileunyi.com

Komentar»

1. hanamon - Oktober 16, 2008

semoga bs langsung jujur n untung ya.

krn menurut crita yg saya denger beberapa kantin seperti ini butuh waktu antara 3-9 bulan br bs BEP n UNTUNG walau cuman 100 perak

2. p3ngamat - Oktober 16, 2008

sengtuju ….
semoga negara kita juga seperti itu …

AMIEENN

3. Mr. Me - Oktober 16, 2008

Di Jakarta, salah satu sekolah berwawasan internasional sudah ada yang menerapkan kantin semacam ini Om

4. Mr. Momod - Oktober 16, 2008

@3. Mr. Me
Komen pribadi :P

5. rayafahreza - Oktober 16, 2008

weh, salut juga idenya…
siapa tahu bisa dicoba di tempat lain, pelan-pelan…

6. Moel's (YVC F-034) - Oktober 16, 2008

Ingat waktu di singapura…

7. jahe - Oktober 16, 2008

walah di daerah solo – jogja dan sekitarnya kurang lebih ada yang semacam ini meski gak mirip2 bgt
warung angkringan ato lebih dikenal dgn “Hik”, dsini semua makanan disajikan, pembeli tinggal ambil apa yang dimau, ntar pas mo bayar pembeli nyebutin apa yg dimakan dan jumlahnya brp …

8. petromaxx - Oktober 16, 2008

dahulu kala waktu masih sd di desa juga udah ada,kok
tapi kantin nya punya pak kepala sekolah…
jadi kalo gak jujur takut kuwalat sama orang tua hehehehe

tapi juga nglatih utk menjaga norma2 dan adab2 bermasayarakat tho?
asal jangan krn takut kuwalat sama atasan/senior di ajakin korupsi ikuttt ajah,.. :)

9. Bintang_terang - Oktober 16, 2008

hmmmm……
jadi inget semalam, ada berita telp kajari ……daerah manaaaa gitu….
moga programnya baik dan konsisten.

10. rayafahreza - Oktober 16, 2008

@pak jahe,
kalau cuma mesti jujur nyebutin apa aja yang diambil sih udah biasa, kantin-kantin kampus di bandung juga biasa begitu.. tapi ini kan mbayar dan ngambil kembaliannya sendiri… tanpa dijaga lho… hebat…

11. kuro22id - Oktober 17, 2008

Mas bro taufik, kasiihh tau hasilnya ok!

12. cipto - Oktober 18, 2008

mudah mudahan panjang umur tuh

13. sutan - Oktober 23, 2008

ahh… kenapa nggak dicoba aja di kantor Kejakgung RI sendiri? pasti di sana yg makan model2 artalita suryani, dsj. :-)