jump to navigation

Bijak Membaca Hasil Tes Dyno . . . Jangan Panik dulu kalo Nge-Ngedrop !! 8 September, 2009

Posted by Taufik in Tentang Motor.
Tags:
trackback

Banyak penggemar motor sport awam bingung setelah beberapa brader mencoba mengetes Dyno Ninja 250R. Mereka bingung . . . kok pada beberapa dyno, Peak power yang diperoleh Motor sport twin engine seprapat liter dalam keadaan standar ini hanya berkisar pada nilai 25-27 hp saja? Padahal awalnya Kawasaki mengklaim motor ini dapat menghasilkan tenaga puncak sebesar 30-an hp. Nah lho !! Apakah Kawasaki Heavy Industry Bohong?

dynamometer2Biasanya jenis dyno yang digunakan untuk mengukur power sebuah motor adalah ” Chasis Dynamometer” yang memanfaatkan sebuah roller untuk mengukur output berupa putaran ban. Nah disinilah terjadi potensi kehilangan power. Menurut John Dinkel, “Chassis Dynamometer”, Road and Track Illustrated Automotive Dictionary, (Bentley Publishers, 2000) yang dapat bro buka di halaman 46 , Pada umumnya penghitungan power pada roda belakang, akan terjadi ‘kehilangan daya” (power loss) yang biasanya berada pada angka 15-20 % bila dibandingkan dengan nilai power yang dihitung pada crankcase. Dulu ada beberapa brader memberikan komentar dengan membandingkan Nilai hasil dyno Motor A dengan nilai power murni motor lain. Semisal membanding nilai dyno Ninja 250R (26 dk) dengan nilai power klaim CBX 250 twister(24 dk) . . . he he he he keliatannya sih cuma beda 2 dk . . . tapi hasilnya akan beda bila dibandingkan dengan hasil dyno cbx 250 twister itu sendiri, cmiiw.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai ” daya yang hilang” ini beragam bisa karena ukuran ban, bobot ban, bobot velg, panjang rantai, bobot motor itu sendiri, dan part-part interkoneksi yang menghubungkan crankcase dan Roda. Nah oleh karena faktor-faktor ini lah hasil dyno pada masing-masing motor bisa berlaku unik alias setiap motor punya nilai power tersendiri. Bahkan mesin dyno itu sendiri memiliki tingkat erorr yang berbeda-beda, makanya nggak heran bila kita menemukan perbedaan nilai power saat pengukuran di mesin dyno yang berbeda. So  . . . mulai sekarang kita dah mulai bijak membaca hasil dyno dong dan. . . . ssstt kata mas Saranto ada sport bike anyar yang setelah di dyno hasilnya mencapai peak power sebesar 15 hp ,  . . . jangan panik, memang nge-drop kok kalo di dyno 😀 penasaran mode 🙂

Taufik of BuitenZorg

Comments

1. arif rakhman - 8 September, 2009

eh podium ya. baca dulu ah buat pengayaan. btw, kang opik bisa diterapin di motor bebek gak si dyno ini?

Taufik
tentu bisa kang . . . bebek C50 aja bisa koq
asal tega aja..motore digeber sampe redline pfftt 😀

2. Shogun'er - 8 September, 2009

Pertamax kah?

Oh ini toh sebabnya, Tapi mas taufik bukannya yang diklaim KHI 30dk itu Ninja versi Eropa yang sudah injeksi ya? Tapi di KMI Nulisnya 30,1ps

Sport bikenya apaan tuh yang Drop 15hp? Mungkin HP nya gede banget kali ya jadi Error 15-20% nya kerasa

3. Brotho - 8 September, 2009

Pertamax

4. Shogun'er - 8 September, 2009

Yee Akhirnya Pertamax pertamaku

Oh setelah baca Multiplynya Mas Saranto, ternyata Drop jadi 15hp dari klaim pabrik. Dikirain Turun 15DK

5. Subuh - 8 September, 2009

Jadi bener yg di dino itu Megelli ya om?

6. nick69 - 8 September, 2009

^Shogun’er

HP : horse power
DK : daya kuda

Apa gak sama aja?

7. Shogun'er - 8 September, 2009

HP ama DK emang sama tapi kalo sama PS ada beberapa presepsi. Kalo PS itu artinya juga sama Daya kuda. Tapi satuannya beda sedikit. Biasanya PS sedikit diatas DK/HP. Tadi komen yang diatas cuman iseng aja kalo Masalah sama ya saya juga tau

8. xxl123 - 8 September, 2009

kok kali ini yg pertamakk banyak bener sih?? kwkwkwkwwkwkwkwkwk

9. Shogun'er - 8 September, 2009

*Iseng dibedain

10. Shogun'er - 8 September, 2009

Kok tiba-tiba Bro arif Rakhman ada diatas? perasaan pas saya submit comment dan udah reload page jadi yang paling atas? apakah pertamax ada cheatnya??

Komentarnya Kang arip masuk meja moderasi dulu . . . setelah di setujui..ternyata dia yg lebih lebih dahulu teken tombol “SAY IT” he he he he . . .tidak ada cheat code lah apalagi nepotisme he he he hehe 😆

11. MR - 8 September, 2009

mau pertamax,
kita juga harus perhatikan “Dyno test” dari koneksi internet kita, sering pas buka masih kosong, terus cepat2 koment, eh pas koment koneksi “Ngedop”, gak jadi pertamax deh. tapi tetap jangan panik

12. nick69 - 8 September, 2009

@shogun
Sory bro,
Gak maksud ngeles/gurui..
Soalnya tlsnmu diatas bikin aq bertanya..
(Maklum aq org ndak ngerti mtor)
Ini lah fungsinya blog,buat cari/tukar ilmu..
Hehe piss

Btw pengen batalin komen bisa gak mas,tp uda trlanjur di say it..
Dulu pnh,tyt uda masuk lho,
Pdhal msh conecting
*tuing

13. dhimas - 8 September, 2009

Yg 158 hp si Mimin ya?

14. Thiot - 8 September, 2009

FZ 16 kah motor sport itu

15. adiet - 8 September, 2009

@om topik: bukannya klo dijalanan malah loss powernya lebih gede lagi om?ada panas(cuaca),keadaan jalan,angin,malah g jarang kualitas bahan bakar,,hohoho,cmiiw
menurut ane lbh baek klo pabrikan berpatokan pada bhp,,paling ga lebih real dripada klaim pengukuran dari crankshaft,,

16. bennyps - 8 September, 2009

untuk motor sport baru style eropa yg hasil dyno-nya jadi 15HP lebih, kebetulan saya hadir waktu dyno test, itu lebih karena finishing dan build quality, contohnya intake karbu; mnrt owner-nya sendiri, bagian dalamnya kasar, akhirnya pada ganti punya scorpio, kalo produsen mau memperbaiki finishing mesin dan transfer daya ke roda, 20HP bukan mustahil 😀

17. Moncer - 8 September, 2009

Megelli ya kamsude?

18. Elektra - 8 September, 2009

Sport apaan tuh mas jdi penasaran

19. jeng kelin - 8 September, 2009

btw alat dyno nya sendiri akurat gak ya? apakah bengkel2 tsb py alat kalibrasinya?

20. sabdho guparman - 8 September, 2009

wooo. . ..
ngono tho mas Taufik. . . .
pantesan ae beda lha wong power on crankcase ama roller .
rupanya beda tehnik .

pokoke safety di jalan aja lah. . . .

keep brotherhood,

salam,

21. apdri - 8 September, 2009

seandainya ketelitian alat tersebut diragukan, bisa memakai cara zaman romawi…
25 ekor kuda pacu digandeng jadi satu… tarik tambang dengan satu motor 250cc… 🙂

22. beng2 lg - 8 September, 2009

waduh komennya terlempar dari 20besar…………

hmmm….motor sendiri aja ga tau berapa tenaganya…..
Memang dimana sih bisa coba alat dyno ini…………..
(klu showroom plus bengkel suzuki ada ga yagh)
😕

23. Bijak Membaca Hasil Tes Dyno . . . Jangan Panik dulu kalo Nge-Ngedrop !! | Update Blog Terbaru - 8 September, 2009

[…] Bijak Membaca Hasil Tes Dyno . . . Jangan Panik dulu kalo Nge-Ngedrop !! Banyak penggemar motor sport awam bingung setelah beberapa brader mencoba mengetes Dyno Ninja 250R. Mereka bingung . . . kok pada beberapa dyno, Peak power yang diperoleh Motor sport twin engine seprapat liter dalam keadaan standar ini hanya berkisar pada nilai 25-27 hp saja? Padahal awalnya Kawasaki mengklaim motor ini dapat menghasilkan tenaga puncak sebesar […] […]

24. arantan - 8 September, 2009

Untuk 4 tak setahu saya susah u naik HP, apalagi sampai naik 5 HP.
Bukan cuman build quality (saja), kemungkinan dari designnya dan teknologi mesinnya yang memang perlu ditingkatkan, ya motornya memang SOHC kan. Tapi kalau sampai gantinya banyak juga ya, untuk apa juga? Power dari pabrikan berarti kurang lebih sama dengan scopie atau tiger. Jangan sampai di jalan lagi narik kemudian di selip sama bebek standard lho. Gaswaaatttt!!!

BTW seperti si N250, perlu sampai jetting + ganti knalpot untuk ke 30 an.

Kalau saya pribadi sih senang mengamati hasil dyno on wheel, soalnya lebih fair ke power motor. Asal di comparenya sama, on wheel semua.

25. arantan - 8 September, 2009

oh iya…
Bicara motor sport… yang penting bagi pabrikan sebetulnya he-he he IMAGE!

Bukan berarti kalau motor kita bisa 160 an, kita lari terus di 160 kpj. Tapi bagi sebagian orang, tahu kalau motor kita bisa melaju sampai 160 kpj… efek fear… he he he.

Nah kalau yang 15 HP, itu imagenya sekarang gimana

26. marcus - 8 September, 2009

gw awam soal mesin dyno… cuma mo tanya logikanya…
1.MOTOR ditaro diatas mesin tsb. terus dihidupin dan JALAN ditempat…
keluar hasilnya….

LOGIKANYA kalo setting karbunya ngaco…..ato ada perubahan final gear ato ada perubahan spek….APAKAH result DYNO tsb. valid
….karena diatas tidak disebutkan kondisi motor saat ditaruh diatas mesin tsb. dari settingan karbu, dllnya.
TOLONG DICERAHKAN….he….he…he

27. Taufik - 8 September, 2009

@bengbeng
di bengkel AHRS ada tuh atau di markasnya BRT Cibinong, atau markas sportisi nya bro Bram

@Arantan
waaa…juragannya udah dateng 😉

28. arantan - 8 September, 2009

^
Setahu saya,
Waktu testing itu mengambil sample beberapa motor bro dalam keadaan se standardnya. Motor juga diambil running test beberapa kali.

Memang otomatis jangankan kalau setting salah, salah oper gigi pun efek juga.

29. arantan - 8 September, 2009

Wah ada yang punya rumah nyelip, salamalaikum…

Halo bro, sukses terus ya!
Kayak-kayaknya postingan ini bakal rame nih 😀

30. pengamat - 8 September, 2009

setelah saya amati, gk pernah coba pake dyno.. Perasaan dyno udah ada dari dulu deh.. Dynosaurus.. Wkwkwkwkwk

31. Pierre-Irwan - 8 September, 2009

http://wahiduddin.net/calc/cf.htm

“If you take your car to the dyno on a cold day at low altitude, it will make a lot of power. And if you take exactly the same car back to the same dyno on a hot day, it will make less power..”

Disini khan panas, makanya…XD (cuman ketemu di internet aja,
I really don’t know)

32. fraziel - 8 September, 2009

Oh, Megelli cuma 15hp..
😀

33. lordubay - 8 September, 2009

hm… megeli ya… koq mas taufik gak nulis secara tersurat aja seh dari pada timbul praduga gak ngenakin motor mana yang dimaksud. ya tho

34. yahonsuwakanja - 8 September, 2009

@all..
yahh…secara umum….
power dan torsi adalah hal pertama yg dilihat ketika memutuskan membeli motor…(selalu tertera di brosur)
Spedometer juga bermasalah……akurasi-nya masih tanda tanya….(fakta dilapangan)
Terakhir konsumsi BBM…..( Iklan Honda Beat )
apakah hal seperti ini bisa masuk kategori pembohongan publik yg pantas diadukan ke YLKI…?

35. Taufik - 8 September, 2009

@Lord Ubay
Di Blog nya mas Saranto pun nggak tersurat namanya mas, sedangkan sumberku dari sana 😀

36. Awakku - 8 September, 2009

uji power pake roda => real rear power
kalo dari crank shaft => Engine power.

kedua metode ini diperlukan untuk mengukur losses dari engine ke roda belakang

37. marcus - 8 September, 2009

@ 24,Arantan,
He…he…he betul sekali ..ni ada kasus N250 ud pake knalpot racing segala….bisa head 2head & dilewati scorpio standar….ternyata….cukup dgn setting carb yg SALAH + jetting yg SALAH pula …N250bisa lemot….(duh gimana disalib bebek???)

Tolong pencerahan ttg setting Twin carb…..sy jamin kagak semua mekanik termasuk yg di bengkel resmi kawak jago/bisa setting carb n250 dg. pas

38. abh3s - 8 September, 2009

Thanks banget infonya nih 🙂

39. gustomobil - 8 September, 2009

Nih kalau mau ngetest

eBay Jual Moge Ferrari
Posted on September 8, 2009 by gustomobil
Ferrari memang belum pernah memproduksi motor gede secara massal. Namun bukan berarti tidak ada motor dengan merek Ferrari. Baru-baru ini di situs eBay.com telah dilelang sebuah Moge Ferrari yang hanya dibuat khusus (custom) dan hanya ada dua unit di dunia.

40. BJUBAH HITAM - 8 September, 2009

Mungkin pas itu motor lagi di tes tangannya MEGELI jadi ngdrop dech../..

41. nick69 - 8 September, 2009

^
Btw itu senyumnya kok bisa diklik
Hehehe

^yahon
Ada keterangan lbh lanjut gak bro
Kalo vegazr dapet 93km/l
Tp lari 30kpj..cmiiw
Mungkin beat dpt 73km/l dg lari 20kpj..
Hehe 🙂

42. bengkelsepedamotor - 8 September, 2009

Daripada tes maksimum HP mending tes akselerasi 0-100km/jam didapat dalam berapa detik.

Lebih nyata sekalian tes power to weight ratio, karena walau HP lebih kecil tetapi kalau motornya ringan kan tetep sampai garis finish duluan.

kalau kata yang diatas @37 Marcus dilewatin bebek

salam,
bengkelsepedamotor

43. bengkelsepedamotor - 8 September, 2009

Selain posisi tesnya di crankshaft atau di ban belakang, diperiksa juga mesin dynamometernya yang model apa ? Inersia atau Eddy Current Absorber, hasilnya juga akan beda.

Yang presisi pakai EC, tapi yang banyak beredar adalah yang model Inersia.

salam,
bengkelsepedamotor

44. m a d i x - 8 September, 2009

15hp itu udah dinaikin rider blum yah?

45. Elektra - 8 September, 2009

Hehehe liat siunyil ama uj ada cara membuat antena wayvai dgn wajan bisa internetan gratis tis xixixi gak nyambung dgn artikelnya

46. the game - 8 September, 2009

kalo fxr berapa hp..??

47. FachrulDestama - 8 September, 2009

Mas… Motor yg lgi di dyno itu motor mas… yah…
Kerennn !

48. Taufik - 8 September, 2009

@fachrul

pasti bukan mas..motorku kan standar abizzz..yg digambar itu dah pake ban BT 92 plus mufler yoshi…dan..platnya B..aku kan F 😀

49. jaller - 8 September, 2009

yah mungkin belum ada standar pasti untuk produksi mesin pengukur daya.

50. MoXo - 9 September, 2009

@all
bhp ma hp tu sama ato beda bro? Kalo beda, ngrubah satuan bhp jadi hp ato sebaliknya gimana?
Thx b4..

51. Shogun'er - 9 September, 2009

Kalo gak salah BHP tuh power yang sampai ke ban, kalo HP Power mesin, CMIIW

52. MoXo - 9 September, 2009

Jadi gampangnya BHP: Ban Horse Power. *seenaknya bikin singkatan mode

Kalo gitu Apache ma Mimin 250 tenaganya di ban hampir sama dong? Ga salah pilih deh.. Hehe

53. *HM=CHM - 10 September, 2009

mas taufik, itu kan ninja 250 twin engine, trus mesinnya harus 2-2nya singkron atau tidak ? misalkan karburatornya harus singkron setelannya dengan karburator sebelahnya ?

54. Taufik - 10 September, 2009

@*HM

iya mas…harus singkron..di bengkel ada alatnya sendiri untuk mengetesnya 😉

55. Sikomo - 7 November, 2009

Maz kayaknya tadi kok g da ulasan tentang megeli 250r nya.. Mohon pencerahanya dong.. Soalnya mo beli ninin g tjukup uange..

56. http://toris-auto-blog.tumblr.com - 28 February, 2014

Sweet write-up, man. Just can’t wait for your next post.

57. my-amazing-car-blog.tumblr.com - 1 March, 2014

This seriously encourages me. I simply want to write as amorously as you
do.


Sorry comments are closed for this entry

%d bloggers like this: