jump to navigation

CVT + Peranti Kontrol Elektronik Pada Motor . . . Evolusi Ideal Yang Efesien !! 14 September, 2009

Posted by Taufik in Tentang Motor.
Tags:
trackback

Artikel ini saya angkat dari Komentar Saudara Bluenote pada Artikel CV Matic, tenu dengan editan disana-sini dengan harapan dapat memberikan pencerahan bagi kita semua mengenai bagaimana seharusnya membangun sistem CVT yang Efesien untuk Motor, silahkan disimak lagi dan semoga berguna 😀

cvt_580Mobil matic pada umumnya ini memiliki sistem transmisi yang sama dengan skuter. Yaitu CVT matic. Tapi kenapa CVT skuter tidak bisa sehemat bebek? Bros pasti sudah tau semua bahwa di skuter banyak tenaga yang hilang percuma saat skuter mulai berjalan dari kondisi diam. Ini karena sistem CVT menggunakan roller-rollercentrifugal yang bekerja berdasarkan prinsip fisika, Faya sentrifugal (sebuah) massa benda yang berputar (pada porosnya) . Jadi perubahan rasio transmisi skuter hanya berubah berdasarkan putaran mesin. Makin tinggi makin membuat roller makin terlempar. Jika beban bertambah, maka akan tercipta kesetimbangan antara putaran mesin dengan beban sehingga skuter tidak akan berakselerasi lagi, kecepatannya tidak bertambah. Hal ini dapat terjadi misalnya saat tanjakan atau kecepatan topspeed tercapai).

audi_cvt_2Mengenai transmisi mobil seperti Honda Jazz yang sama-sama CVT, perubahan rasio transmisinya diatur oleh komputer. Jadi disesuaikan dengan kondisi beban mobil. Ini yang membuat semua tenaga mesin tersalurkan dan terpakai sempurna tanpa terbuang percuma. Berbeda dengan sistem roda gigi pada persneling mobil/motor.Misalnya kita jalan pada gigi tertentu, putaran mesin akan naik linear terhadap kecepatan kendaraan. Padahal sebenarnya tidak memerlukan putaran segitu pada kecepatan tertentu.

152249pIni kuncinya penghematan yang bisa didapatkan dengan prinsip CVT. Mesin hanya berputar pada putaran yang dibutuhkan oleh beban/kecepatan kendaraan. Ini tidak akan bisa didapatkan di sistem roda gigi karena kenaikan putaran vs kecepatan bersifat linear. Nah kembali ke bahasan utama: jika Pabrikan Motor menambahkan alat kontrol elektronik pada motor produksinya, maka menurut saya dengan cara berkendara yang normal, maka motor ini bisa menjadi motor yang ebih efesien lagi konsumsi bahan bakarnya.

Senada dengan bro BlueNote Visor down pun menuliskan pendapatnya mengenai Motor Ber CVT seperti yang ia katakan mengomentari sistem CVT untuk motor enduro yamaha :

The CVT means a gearbox that can handle more power, deliver less fuel consumption and give an almost infinite number of gear options. If Yamaha can get the computer brain working with the CVT system it could mean the bike always being kept in the powerband whilst using as little fuel as possible – ideal for competitive enduro racing

Yang kalo di terjenahkan dengan bebas artinya:

CVT merupakan sebuar girbok yang dapat menghasilkan tenaga lebih, dengan konsumsi bbm yang lebih hemat, dan memberikan pilihan gear hampir tak berhingga. Jika Yamaha dapat mencangkokkan sebuah komputer untuk mengendalikan sistem CVT sehingga kerjanya dapat dijaga pada pita (kruva) tenaga tertentu saja dengan bahan bakar yang sedikit pula – ideal untuk motor balap enduro yang kompetitif .. .cmiiw

gambar : http://www.tebuireng.net, green.autoblog.com

Advertisement

Comments

1. Razgriz01 - 14 September, 2009

Mksh y maz infony 🙂

2. pengamat - 14 September, 2009

Dua..

Setelah saya amati, motor enduro yg pake cvt gk pake rante keteng yg bro?

3. nick69 - 14 September, 2009

Second gpp lah

Haduug kalo gw yg pakai pasti tetep aja boros..
🙂

4. Awakku - 14 September, 2009

@Pengamat…
ada link untuk sistem kerja Yamaha Enduro ??
yang ada gambarnya kaya punya Honda kemarin..
nuwus

5. fraziel - 14 September, 2009

@nick
Kesalip di tikungan akhir om..
akhir2 ini koq kesalip mulu om..??
Wkwkwk

Menyimak aja deh

6. madix - 14 September, 2009

hmmm… bgtu yah… baru mudenk….

7. xxl123 - 14 September, 2009

baca dan menyimak aja artikelna 😀

8. Taufik - 14 September, 2009

@awaku..
iyahiy..aye juga penasaran..kalo bisa ada gambar dummy mesinnya kayak CV Matic honda 😀

9. jafo - 14 September, 2009

numero seven gk pa pa deh, angka hoki..hehehe
sama kyk nick69 deh, gemes bw matic, kpengen bejek trs ampe poll..

girbok motor masa depan pasti bakal begini nih…

10. jafo - 14 September, 2009

wadaw, gw kirim langsung melorot di #9, wah, disalip 2 rider di tikungan ama lampu merah, jiakakak..:)

11. apdri - 14 September, 2009

infinite number of gear… berarti transfer tenaga ke roda sangat halus ya…

12. pengamat - 14 September, 2009

@awaku
Setelah saya amati, ada link’a y? Yg mana y bro?

@Bro taufik
Setelah saya amati, 4tak manual pan pake rante keteng.. Mungkinkah cvt pengganti rante keteng?

Mungkinkah qta khan selalu bersama.. (stinky mode : on) Halah ngaco, huehehehe

13. supra XX - 14 September, 2009

wah
semakin dimanjakan!
bisa2 degradasi feeling berkemudi n skill berkendara ni_

14. tigerpicek - 14 September, 2009

kalo pake CVT berarti harus matic donk..??

matic kan gak ada engine breaknya mas..??

dari segi kesafetyan gimana tuh..??

15. Awakku - 14 September, 2009

@PEngamat………
lha iyo, awak ndewek mo tau .. ente punya link nya ??

(wakakakaak jadi kaya telor vs ayam dech… mana yang duluan)

16. yahonsuwakanja - 14 September, 2009

@fraziel…
coba titik pengeremannya lebih deket di tikungan…
buka gas lg ditengah2 tikungan…
pasti ndak kesalip….
malah bisa 7 detik gapnya…
xixixixixixixixixixixi…..

17. nick69 - 14 September, 2009

^
Jiaakakakakaka

18. Washid - 14 September, 2009

Artikel yg bagus n nambah pengetahuan saya

19. davied - 14 September, 2009

hallo mas taufik..lam kenal…
dari dl pengen bgt ada motor matic serasa mobil…bner yang sperti ulasan mas diatas,mobil matic malah lebih hemat krn putaran mesin tergantung tekanan gas (berdasrkan pengalaman saya bawa mobil matic) cth dl saya bawa yaris matic,ketika saya tekan pedal gas secara lembut maka penyambungan tranmisi juga pada RPM rendah(-/+ 3000rpm)…pernah saya bawa kecepatan 60 km/jam mgkn transmisi sudah pada posisi 4 krn sudah tidak ada terasa ada perpindahan lagi,lalu karena saya ingin mendahului mobil didepan saya tekan pedal gas(penuh) secara mendadak yang terjadi adalah gigi transmisi turun ke posisi 3 dan penyambungan transmisi pada rpm tinggi (mesin agak meraung),dan saya coba lagi pada kecepatan rendah(30km/jam) tiba2 pedal gas saya tekan full,yang terjadi mobil berakslerasi dan penyambungan tranmisi pada rpm tinggi sampai pada transmisi tertinggi..jadinya sgt menarik…pengen rasanya motor juga spt itu..(maaf mas klo ada salah istilah mohon dikoreksi he he)

20. sampah - 14 September, 2009

disini yamaha.. disana honda.. betul ??

21. Awakku - 14 September, 2009

@Mas Topik
koreksi dikit keterangan paragraf pertama (sisa2 ilmu sd..hehehe)
Gaya sentrifugal => gaya yang menjauhi titik pusat putarannya
Gaya Sentripetal => gaya yang mendekati pusat putaran

22. guspur - 14 September, 2009

@Awakku
Koen pernah SD ta???… :mrgreen:

Sniff… sniff…

23. Lekdjie - 14 September, 2009

Yen gusdur mesti ga tau sd,sih sr/sekolah rakjat..
Hi3x..
Bek tu topik,£klo bgtu caranya pabrik kampas kopling gulung tikar dong bos?Waduh..

24. Lekdjie - 14 September, 2009

^^Maksud aye guspur…

25. Taufik - 14 September, 2009

@awaku
makasih koreksinya bro
!@lekjie
banting setir jadi pabrik belt CVT dong he he he

26. az147r - 14 September, 2009

rame2 test drive aj klo dah keluar,bingung yg bkn org mesin hehe…

27. beng2 lg - 14 September, 2009

ogh…..begitu yagh………
*sok ngerti mode on

28. penggemar ninja - 14 September, 2009

jadi intinya gimana nich bikin motor ber CVT lebih irit dari motor rante..:)

Piss

29. selaludidepan - 14 September, 2009

Buat yang pengen koleksi video full race MotoGP season 2008-2009, nih linknya http://selaludidepan.wordpress.com/2009/09/14/download-video-race-motogp-full-2008-dan-2009-yuk-mari-bag-1/

30. nofun - 14 September, 2009

28. penggemar ninja
pake “Peranti Kontrol Elektronik Pada Motor” sesuai judul di paling atas tuh.. hehehe..
masalahnya.. siapa yg mo buat untuk merek tertentu ato untuk merek universal (asalkan CVT ya..)?

31. Lekdjie - 14 September, 2009

La pabrik belt cvt ne tambah saingan no..Palagi investasinya kan guedhe pak..

32. 4N745 - 15 September, 2009

yo a ngikuuuut

33. Awakku - 15 September, 2009

@mbahpur…
gak tau, mung tk 8 taun.. langsung kuliah….
kuliah subuh….
😀

34. bennyps - 15 September, 2009

sayang baru ada gbr desain doang 😦

35. ben piss - 16 September, 2009

“The CVT means a gearbox that can handle more power, deliver less fuel consumption and give an ALMOST INFINITE NUMBER OF GEAR OPTIONS.”

Menurut gw, keunggulan utama CVT dibandingkan system transmisi konvensional adalah rasio “gir”nya yang bisa dibilang tidak terhingga atau bahasa lainnya bisa menjadi sangat sangat rapat secara terus menerus.
Itulah kenapa oleh penciptanya disebut “continuously variable transmission”.

Sistem gear konvensional dengan memanfaatkan beberapa variasi roda gigi sebenarnya juga bertujuan untuk menyalurkan lebih banyak power (lebih efisien) dengan konsumsi bbm yang lebih irit.
Hanya saja sistem yang digunakan kalau bisa dibilang adalah diskrit, . Tidak continuous seperti sistem CVT.
Kelemahannya, variasi roda gigi sulit dibuat menjadi sangat rapat dan banyak pilihan karena akan membutuhkan ruang yang besar dan menghasilkan bobot yang besar seiring dengan makin banyaknya jumlah rasio gear.
Bandingkan besarnya rumah transmisi motor bertransmisi 3, 4, 5 dan 6 tingkat kecepatan.
Makin banyak jumlah gigi memang makin rapat dan efisien power deliverynya. Tapi pasti akan makin besar dan makin berat.

Beda dengan sistem CVT yang mengatur transmisi cukup dengan mengatur puli di(salah satu) ujungnya. Mengatur puli mulai dari cara paling sederhana dengan bantuan roller yang memanfaatkan gaya sentrifugal sampai dengan menggunakan bantuan computerized controlled hydraulic system.
Banyaknya variasi “gear” yang dihasilkan tidak terkait dengan makin besarnya ruang yang dibutuhkan dan berat yang ditimbulkan.

Kelemahan CVT yang paling kelihatan adalah tidak serigid roda gigi karena menggunakan bahan berupa belt. Tentu saja kemampuannya dalam menerima stress tidak akan sekuat logam.
Kalau masalah loss atau rugi-rugi akibat slip dan lain-lain, dengan makin berkembangnya teknologi efisiensi CVT akan makin mendekati roda gigi.

Mas Taufik, kalo boleh saya kasih ilustrasi.
Katakanlah pada suatu kondisi jalan, mesin sebenarnya membutuhkan “gigi” 3,5 agar motor bisa kuat menanjak tapi tidak sampai “berteriak”, artinya konsumsi bbm bisa tetap normal.
Tapi karena tidak ada pilihan gigi 3,5 pada sistem transmisi konvensional, maka pengendara hanya punya dua pilihan. Pakai gigi 4 dengan konsekuensi motornya nggak kuat nanjak atau turun ke gigi 3 dengan konsekuensi mesin “meraung” dan boros bbm atau kalau tidak mau “meraung” ya kecepatan diturunkan…slowly but sure… 🙂
Tapi bila menggunakan sistem CVT yang continues, kondisi rasio yang ideal bisa dicapai karena CVT tidak mengenal sistem diskrit seperti gigi konvensional. Gak dibatasi gigi 1, 2, 3 maupun 4.
Rpm mesin sesuai dengan kebutuhan mesin untuk menanggung beban.

Sayangnya karena keterbatasan ruang dan mengejar biaya murah, sistem CVT di skuter yang beredar di tanah air masih menggunakan cara kuno dengan menggantungkan pengaturan puli pada gaya sentrifugal roller. Ya boros deh…gimana nggak, butuh rpm cukup tinggi buat “ngelempar” rollernya…
Kalo yang udah canggih sih gak pake gaya sentrifugal lagi, tapi pake gaya tekanan hidrolik yang diatur oleh komputer.
Kayaknya yang di Jazz udah pake sistem seperti itu.

Kesimpulannya, sepakat dengan Mas Taufik CVT + Peranti Kontrol Elektronik Pada Motor . . . Evolusi Ideal Yang Efesien !! 

Tinggal masing-masing pabrikan menciptakan peranti control pengaturan puli yang akan membedakan teknologi masing-masing. Gw yakin hal-hal seperti itu yang dipatenkan oleh Honda, Yamaha dan pabrikan lainnya.
Kalo sistem CVT sih sudah menjadi milik public…

36. bluenote - 17 September, 2009

aduhh.. jadi kembang kempis hidung saya nih komentarnya dimuat..he he
semoga bermanfaat Bros…

37. bluenote - 18 September, 2009

Mau tambahin dikit Bro, waktu itu kelupaan:

Pada Honda Jazz Torsi maksimum didapat pada RPM 2700!!!!
Super rendah…..
Ini seperti mesin diesel ya??

Tujuannya sudah jelas:supaya kendaraan beroperasi di RPM serendah mungkin. Jadi kombinasi electonically controlled transmisi CVT + pita kurva torsi yang tinggi di RPM rendah ….hasilnya: super irittt…. (jika cara berkendara normal).

38. galih x tmo3 - 25 September, 2009

CVT + Peranti Kontrol Elektronik Pada Motor . . . Evolusi Ideal Yang Efesien !!
Mobil matic pada umumnya ini memiliki sistem transmisi yang sama dengan skuter. Yaitu CVT matic. Tapi kenapa CVT skuter tidak bisa sehemat bebek? Bros pasti sudah tau semua bahwa di skuter banyak tenaga yang hilang percuma saat skuter mulai berjalan dari kondisi diam. Ini karena sistem CVT menggunakan roller-rollercentrifugal yang bekerja berdasarkan prinsip fisika, Faya sentrifugal (sebuah) massa benda yang berputar (pada porosnya) . Jadi perubahan rasio transmisi skuter hanya berubah berdasarkan putaran mesin. Makin tinggi makin membuat roller makin terlempar. Jika beban bertambah, maka akan tercipta kesetimbangan antara putaran mesin dengan beban sehingga skuter tidak akan berakselerasi lagi, kecepatannya tidak bertambah. Hal ini dapat terjadi misalnya saat tanjakan atau kecepatan topspeed tercapai).

audi_cvt_2Mengenai transmisi mobil seperti Honda Jazz yang sama-sama CVT, perubahan rasio transmisinya diatur oleh komputer. Jadi disesuaikan dengan kondisi beban mobil. Ini yang membuat semua tenaga mesin tersalurkan dan terpakai sempurna tanpa terbuang percuma. Berbeda dengan sistem roda gigi pada persneling mobil/motor.Misalnya kita jalan pada gigi tertentu, putaran mesin akan naik linear terhadap kecepatan kendaraan. Padahal sebenarnya tidak memerlukan putaran segitu pada kecepatan tertentu.

152249pIni kuncinya penghematan yang bisa didapatkan dengan prinsip CVT. Mesin hanya berputar pada putaran yang dibutuhkan oleh beban/kecepatan kendaraan. Ini tidak akan bisa didapatkan di sistem roda gigi karena kenaikan putaran vs kecepatan bersifat linear. Nah kembali ke bahasan utama: jika Pabrikan Motor menambahkan alat kontrol elektronik pada motor produksinya, maka menurut saya dengan cara berkendara yang normal, maka motor ini bisa menjadi motor yang ebih efesien lagi konsumsi bahan bakarnya.

39. galih x tmo3 - 25 September, 2009

CVT + Peranti Kontrol Elektronik Pada Motor . . . Evolusi Ideal Yang Efesien !!
Mobil matic pada umumnya ini memiliki sistem transmisi yang sama dengan skuter. Yaitu CVT matic. Tapi kenapa CVT skuter tidak bisa sehemat bebek? Bros pasti sudah tau semua bahwa di skuter banyak tenaga yang hilang percuma saat skuter mulai berjalan dari kondisi diam. Ini karena sistem CVT menggunakan roller-rollercentrifugal yang bekerja berdasarkan prinsip fisika, Faya sentrifugal (sebuah) massa benda yang berputar (pada porosnya) . Jadi perubahan rasio transmisi skuter hanya berubah berdasarkan putaran mesin. Makin tinggi makin membuat roller makin terlempar. Jika beban bertambah, maka akan tercipta kesetimbangan antara putaran mesin dengan beban sehingga skuter tidak akan berakselerasi lagi, kecepatannya tidak bertambah. Hal ini dapat terjadi misalnya saat tanjakan atau kecepatan topspeed tercapai).

audi_cvt_2Mengenai transmisi mobil seperti Honda Jazz yang sama-sama CVT, perubahan rasio transmisinya diatur oleh komputer. Jadi disesuaikan dengan kondisi beban mobil. Ini yang membuat semua tenaga mesin tersalurkan dan terpakai sempurna tanpa terbuang percuma. Berbeda dengan sistem roda gigi pada persneling mobil/motor.Misalnya kita jalan pada gigi tertentu, putaran mesin akan naik linear terhadap kecepatan kendaraan. Padahal sebenarnya tidak memerlukan putaran segitu pada kecepatan tertentu.

152249pIni kuncinya penghematan yang bisa didapatkan dengan prinsip CVT. Mesin hanya berputar pada putaran yang dibutuhkan oleh beban/kecepatan kendaraan. Ini tidak akan bisa didapatkan di sistem roda gigi karena kenaikan putaran vs kecepatan bersifat linear. Nah kembali ke bahasan utama: jika Pabrikan Motor menambahkan alat kontrol elektronik pada motor produksinya, maka menurut saya dengan cara berkendara yang normal, maka motor ini bisa menjadi motor yang ebih efesien lagi konsumsi bahan bakarnya.

40. Mobil Sudah Bergeser ke Tren Matik, Motor Jugakah? « ..:: kilaubiru >> journey | two wheels | techno ::.. - 29 January, 2010

[…] dengan relatif boros bahan bakar dibanding non matik. Tentang CVT silakan dibaca lengkap di blognya bro Taufik. Posisi kaki yang bebas menjadi nilai tambah pula. Entah bagaimana proyeksi ke depan tentang varian […]

41. yudi - 7 February, 2011

lam knal ea mas,
ok. artkel di atas agak mdah di cerna.


Sorry comments are closed for this entry

%d bloggers like this: