jump to navigation

Review TVS Apache RTR160 DD [I] . . . Impresi Fisik 29 April, 2010

Posted by Taufik in Review Produk, TVS.
trackback

Bro sekalian baiklah saya mulai review Produk motor TVS Apache RTR 160 DD. Review ini diawali dengan Impresi fisik produk, Di artikel ini saya akan membawakan analisa TMC mengenai fisik TVS Apache berdasarkan gambar jepretan amatiran TMC sendiri terhadap motor ini, kita mulai dari gambar disamping yaitu bentuk fisik secara keseluruhan. Secara kasat mata Apache 160 terlihat lebih menyerupai sebuah sporty naked bike ketimbang sebuah touring bike. Bentuk stang rendah , batok depan dan muffler panjang dengan ukuran medium adalah 3 ciri yang menurut saya menunjang karakter sporty motor ini.

kualitas finishing cat di hampir seluruh body sudah memenuhi standar rapi bro. Striping minimalist di tangki cukup elegan dengan paduan dua garis tipis dan garis tebal, desain striping yang sdikit beraroma klasik ini banyak di temukan di motor-motor naked bike macam Ducati Monster dan Triump Thruxton . . .kalo nggak salah FZ 16 juga pake striping kayak gini ya?, cmiiw

Kedua Ban pada Varian DD ini menggunakan rem Hidrolik cakram. Depan menggunakan kaliper dua piston dan belakang menggunakan kaliper 1 piston. Saat saya pakai riding terlihat proporsi pengereman Depan : belakang kira-kira 2 : 1 , hal ini menurut saya sudah cukup tepat sehingga pengguna awal pun tetap bisa melakukan proporsi pengereman yang benar dimana rem depan tetap merupakan part pengereman utama. Desain cakramnya pun begelombang seperti yang bisa ditemukan di Ninja 250R dan Kawak Athlete . . . desain ini selain memperingan bobot cakram, juga dapat mengoptimalkan heat transfer, sehingga petal cepat dingin .. . pengereman pun diharapkan lebih ‘ngigit’

Segitiga atasnya diberi semacam penutup dari plastik untuk menunjang estetika. Setangnya berjenis clip on atau setang jepit mengisyaratkan aroma sporty/ Racy pada motor ini

Di balik Batok headlamp dapat kita lihat panel Digital berupa Takometer, Odometer,  Spedometer, 2 mode trip meter, penunjuk bensin dalam bentuk bar, Jam sedangkan penunjuk Gear netral N dan indikator sen terletak di kiri bawah yang di cover dengan arkrilik berwarna smoke . . . kalau riding malam terlihat tapi kalo riding siang, kadang kurang terlihat he he he he . . . . Oh ya Visor yang tembus pandang juga berhasil menghilangkan efek glare pada panel LCD walaupun bro bawa saat riding ditengah hari bolong

Motor ini menggunakan Mesin berwarna Hitam legam dengan dimensi yang proporsional sehingga daerah dibawah Tangki bbm nggak terlihat terlalu ‘cungkring’/kurus. bro bisa lihat ada penyetel kabel kopling di gambar atas . . . dan emang cuma di situ yang bisa disetel, nggak ada opsi menyetel kabel kopling di tuas kopling handle bar seperti yang umumnya TMC temukan di sport-bike/ motor laki. Motor ini menggunakan satu busi dengan dua elektroda.

Lampu utamanya cukup terang, namun sayang masih menggunakan sistem AC sehingga masih sedikit terlihat kayak lampu spaneng bila motor dalam keadaan hidup idle he he he . .. yaah macam motor-motor bebek lah . . . Biasanya Motor sport sistem kelistrikanya udah DC, mungkin ini bisa jadi satu input pengembangan lanjutan Varian Apache ini.

Lampu Belakang merupakan perpaduan antara Lampu dan Mata kucing. Mata kucing menempati posisi di tengah, sedangkan lampu-lampu Led mengelilingi mata kucing tersebut. Penggunaan Lampu led cukup mengetengahkan aspek futuristis dari motor ini. Sedangkan untuk menerangi pelat nopol, sebuah lampu bohlam wat kecil digunakan di sebuah fitting khusus diatas tempat Nopol, mirip seperti yang bro dapat lihat di umumnya Moge-moge sport, Ninja 250R, pulsar series dan shogun 125.

Desain Tangkinya cukup Unik membesar dan melebar ke bawah ditambah shroud, rider yang nyemplak biasanya memperoleh impresi Big Bike Like kalo melihat tangkinya. Tutup tangkinya semodel dengan yang digunakan di Ninja series, dan Pulsar series . . . tapi kok nggak ada engselnya . .. jadi kalo di buka copot semua githu kayak tutup tangki vixi dan tiger. Striping tulisan TVS plus lambang Kudanya di tangki mungkin akan lebih ekslusif bila berupa decal 3D seperti yang dilakukan di varian Pulsar

Ok sekarang kita akan beralih ke sasis dan mesin. Sasis Double Cradel yang dipakai menopang mesin 160 cc ini terlihat cukup kukuh. Di cradle depan sepertinya da lubang mur yang tak digunakan. sepertinya di india sana lubang ini digunakan untuk menemplelkan bulbar/ engine guard . . . finishing detail berupa sisa sisa weldingnya cukup rapi, ini merupakan salah satu nilai plus. Eiiit . . . sampe baut-baut dan Bannyanya pun merk TVS bro weleh weleh 🙂 .  .wew ada bonus engine cowl plastik abs tuh di bawah . . . desainnya juga cukup serius tuh 🙂

Foot stepnya terbuat dari bahan alumunium ada njendulannya tuh . . mirip varian motor-motor sport fairing. Motor ini terdiri dari 5 gear :  1 bawah 4 atas . . .mirip vixi lah. Tapi kayaknya agak sulit untuk mengaplikasikan footstep racing aftermarket, karena footstep ini nyambung ke footstep boncenger dibelakang bro

Sok belakang Gas Nitrogen, saya nggak tahu deh . . . sepertinya manufaktur sok breker di india sudah cukup maju ya. Sampai sampai Sok belakang untuk motor harian mengunakan gas Nitrogen sabagai fluidanya. Yang pastinya mereka bisa pmemproduksi massal sok bagus dengan cost yang rendah.

Separated rear Grip cukup sporty dan yang pasti mempermudah saat parkir.

Motor ini menggunakan Karburator Mikuni . . .lho kok berbeda sama di web site? . . . disana tertulis injection. Saya sudah kasih input ini ke TVS. Mudah-mudahan bisa ditindak lanjuti

nah yang saya lingkari hijau itu adalah sesuatu yang maih belum saya mengerti namanya dan  fungsinya . .. kira-kira apa ya?

Oke deh segitu dulu ya buat impresi fisik . .. Artikel review Berikutnya akan berkutat ke review riding menyangkut ergonomi, feeling riding, performa, mileage dan hal-hal lain dalam rangka penggunaan motor ini untuk berkomuter . . . so stay tune di TMC ya, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

.

Advertisements

Comments

1. greh` - 29 April, 2010

pertamaxxx

2. greh` - 29 April, 2010

2kah?

3. bennythegreat - 29 April, 2010

pertamax

4. greh` - 29 April, 2010

3…bacaaaaaa

5. singo edan - 29 April, 2010

keduax kah

6. bennythegreat - 29 April, 2010

ah..gagal pertamax…hix

7. greh` - 29 April, 2010

@benny…..sori brow…wkwkkwwkk

8. singo edan - 29 April, 2010

terlempar ke 5 lumayan dapat point

9. MarUto - 29 April, 2010

Premium ajah…

10. singo edan - 29 April, 2010

baca dl

11. MarUto - 29 April, 2010

Ternyata nyangkut…

12. p3p3 - 29 April, 2010

absen dolo

13. bennythegreat - 29 April, 2010

yang hijau itu barangkali PAIR..seperti di Suzi Thunder…CMIIW..

TVS ini alih teknologinya dari Suzuki khan ya?
kalo Bajaj dari Kawasaki..

yg mencolok adalah kualitas las-lasannya yg lebih oke dari Bajaj.

apa rahasianya?

14. p3p3 - 29 April, 2010

tumben nomer kecil , biasana gede mulu 😛

15. one08 - 29 April, 2010

13 :mrgreen:

16. asmarantaka - 29 April, 2010

wah masuk 10 besar….

17. Taufik - 29 April, 2010

@benny
mengenai kualitas las lasannya yang lebih rapi dari produk kompetitor . . .tadinya aku juga mo nyebutin merk kayak sampeyan . .. cuma nanti malah ngundang bakar bakaran lagi xixixiixxi :mrgreen:

18. one08 - 29 April, 2010

wah… luput! 😥

19. asmarantaka - 29 April, 2010

wah gagal masuk 10 besar 😦

20. Tweets that mention Review TVS Apache RTR160 DD [I] . . . Impresi Fisik « Taufik & Motorcycle™ -- Topsy.com - 29 April, 2010

[…] This post was mentioned on Twitter by Taufik of BuitenZorg. Taufik of BuitenZorg said: T&Mblog : Review TVS Apache RTR160 DD [I] . . . Impresi Fisik http://bit.ly/cUHZzH […]

21. deden - 29 April, 2010

klo ga mas baca aja tabloid otomotif edisi sekarang ud dulas ko motor lai yag 125-150cc trs 160-200 dan 200-250 cc ud ad berikut konsumsi BBMnya
si ijo jg masuk cuma paling boros tp paling bertenaga
kapan ane pny duit kyk ms topik bs beli tu mongtor..hehe
klo bole dhibahin saya mau mas.hehe
Piss mas

22. asmarantaka - 29 April, 2010

yg dual disc harga sekennya brpa om??…coz yg rem belakang teromol aja hrga secondnya nyampe 11 jeti…wihh…bner2 terjun bebas…. 😯

23. Taufik - 29 April, 2010

@deden
untuk motor 4 tak yang dijual ATPM lokal sekarang ini . . . Ninja 250R is No doubt about performance !!
sampeyan bisa sangat mudah mencapai kecepatan 100km/per jam dengan beberapa kali betotan throttle gas saja

@asmarantaka
yah . .. memang TVS masih harus berjuang keras menancapkan mindset produknya di konsumen sini

24. p3p3 - 29 April, 2010

dilihat dari depan-samping headlampna mirip ma fu..
keren ne mongtor..
kelamaan nunggu byson beli ini aja apa yah 😛
jambulna nantang euy 😛

25. Rotama - 29 April, 2010

Tvs mantepp,mga aja segera terbit yg full fairing,atau half fairing,tp jgn kaya mtor2 di india sana yg cm pake tudung.. Design jangan kalah ma minerva dong..

26. elsabarto - 29 April, 2010

finishing detil rapi…
yang dibuletin ijo mungkin sensor klep

27. penerjemah a.k.a arif rakhman - 29 April, 2010

kang opik, kira-kira bocor alus untuk artikel kedua dari neh motor apa aja ya? trus, kalo udah dipake ngetes gini sama kang opik, menurut saya udah jadi motor rondo dong, CMIIW – minjem istilahnya mas 3. bisa gak ditanyain ke TVS, kang, bakal dijual gak motor2 ngetes kayak gini? kalo bisa sekalian juga dengan harga pastinya…. hehehe…..

28. Taufik - 29 April, 2010

@arif rahman
FYI saat kupakai . .. motor ini mileagenya sudah mencapai 1500-an motor ini dah diperawanin sama eyang edo dan test rider2 yang lain he he he . .. aku pakai insya Allah sampai Jumat pekan depan, so masih banyak waktu buat mempelajarinya . .. banyak banget deh mas yang sebenarnya mo saya bahas . . . akselerasi, respon throttle, isu2 yang sudah berkembang terhadap motor ini dan lain sebagainya . .. mengenai kemungkinan sampayan bisa nutupin ini motor rondho . . . silahkan hubungi TVS nya langsung mas he he he

29. beranda - 29 April, 2010

amankan 30

30. rayjin - 29 April, 2010

wah, ketinggalan.

31. El - 29 April, 2010

Pembahasannya detil seperti TMC biasanya. Mantab kang.

32. sastro - 29 April, 2010

mangstabb mas opik…
Seperti biasa ….
Absen dulu….

33. mercon dagangan thwuerhouwnguisth disita polwan ayu - 29 April, 2010

secara kasat mata tampilannya lebih manis pulsar…..

34. abepura - 29 April, 2010

kereeeeeeeeeeeen

35. pit_onta - 29 April, 2010

Mangstraaab

36. darucreepy - 29 April, 2010

40

37. alrozi - 29 April, 2010

alrozi hadir… :mrgreen:

➡ wow, liputannya aktual, tajam, lengkap, komplet, spesifik, fokus, menjurus, to the point, kritis, dinamis…. xixixixi

38. yudibatang - 29 April, 2010

Kayaknya ukuran ban dan pelek belum disebutin mas… trus koilnya TCI apa CDI? sorry banyak nanya ..he..he..

39. Nick - 29 April, 2010

TMC emg top kayak biasanya…

40. elektra - 29 April, 2010

artikele duooooooowooooo tenan….tapi siiip…mas…bisa menjadi gambaran bagi yg pengen meminangnya….
ngomong ngomong jatah bensin yg beliin sapa ya…pribadikah mas…xixixi

41. andikaQren - 29 April, 2010

Sayang kuncinya belom pake magnet…

42. Spongebob - 29 April, 2010

lhoooo….. pake karburator kok ditulis injeksi? webmasternya TVS atau….

43. Taufik - 29 April, 2010

@elektra
sueeerr . . . bensin dikasih sama TVS mas . . . enaaak tho he he he he he 😀

@mas yudi
wks kelupaan
Ukuran ban depan 90/90 x 17″
Ukuran ban belakang 100/80 x 18″

terlihat ban depan lebih kecil dari ban belakang . . .artinya secara postur . .. motor ini akan menukik ke depan . . . mengejar ergonomi racing kayaknya .. . berbeda dengan Thunder 250 yang turing banget…sehingga pemilihan ukuran ban berkebalikan dengan apache ini depan ring 18 dan belakang ring 17
mengenai koil aku belom bisa jawab mas

44. MarUto - 29 April, 2010

Pipa kecil di samping kop busi…mempermudah yg mau pasang expansion thermal.

45. Ay - 29 April, 2010

Gak suka bodi belakangnya, apalagi lampu stopnya! Asli jelek banget! Jauh lbh cakep punya Pulsar!

46. Saga Kiyoshi - 29 April, 2010

wah2.. gimana ya kalo disandingkan dengan r150vx?? IMHO, kalo model c kalah kren deh kayaknya, tebeng depan mimin udah mirip cbr125rr, blakang mirip cbr1000rr, spion ninin 250.. cmiiw.

47. Saga Kiyoshi - 29 April, 2010

50 besar.. hohohohoh

48. hadiyanta - 29 April, 2010

UG4 ku menang di kelistrikan DC, engsel penutup tangki bensin dan ban tubeless depan belakang yang sama dengan p200.

UG4 ku kalah di cakram belakang.

49. Saga Kiyoshi - 29 April, 2010

UG4?? apa itu??

50. hadiyanta - 29 April, 2010

oh las lasane apik bajaj to.

mas taufik, ban sudah tubeless belum ya?
ukurna diameter sok depan berapa ya?

51. auf13 - 29 April, 2010

nie motor kerennn …

cuman riding style nya kalo dipake turing bisa sakit badan lagiii

katanya bisa aplikasi oil coller tanpa bor ya nie motor mas taufik

52. dedewinasis - 29 April, 2010

gambarnyua buanyaaakkk jari beraaaat buka gblognya! hehehe

http://dededwinasis.wordpress.com
http://www.oneklikpulsa.com

53. hadiyanta - 29 April, 2010

@ alrozi. kamu lahirnya sabtu pon, cocoknya pakai minerva 150

54. luxferre - 29 April, 2010

Absen ah… 😀

55. hampura - 29 April, 2010

Memang kerapihan dan las-lasannya lebih bagus dan rapi dibandingken dengan bajaj (gpp kan diomongin:) ) cuman bajaj lebih berani gelontorin produk terus sebagai bagian dari upaya penetrasi pasar… Mo nanya nih apakah benar TVS dinegerinya merupakan merek no.1 ?

56. nadi - 29 April, 2010

Wah, Jumat malam gantian mbonceng ke Cibinong nih :mrgreen:
Awas ya kalo nggak muncul di PS.
*nyangking helm*

57. monde - 29 April, 2010

sudah damaikah blog ini?
Kira2 kekuatan shok belakang lbh bagus mana sama thunder 125? Maklum.. Saya nyari motor yg kuat buat gotong2

58. djoengkirbalik - 29 April, 2010

^
skrg udah damai mas, ntar kalo SCOOPY mbrojol pasti bakar2an lagee.. 😀

59. 848dream - 29 April, 2010

@monde
Motor buat gotong bro?

nih motor gotong royong aja deh di sini
http://mimpi848.wordpress.com
:mrgreen:

60. Taufik - 29 April, 2010

@mas hadiyanta
las lasannya . . . sorry to say mas seperti gegedug bajaj . .. bro benny bilang . .. emang lebih rapih produk yang satu ini mas he he he eh
nah bannya kalah . . . soale TVS masih setia pake ban yang pake tube Ukuran ban depan 90/90 x 17″
Ukuran ban belakang 100/80 x 18″

sok depannya lebih kecil deh dari bajaj kayaknya . .. belom ngukur soale

@monde
masalah kuatan mana . . .kudu di test khusus mas dihitung parameter koefesien elastisitas pegasnnya dll dll . .. ingat mata kuliah pegas xixixixixi
tapi yang pasti lebih modern yg ini soale sudah aplikasi gas nitrogen sebagai pengganti minyak/ oli pegas

@hampura
menurut berita2 sih githu mas . . .TVS di india cukup mendominasi

@alonrider van nadhi
aku numpak KRL pakuan ae mas . .. badan lagi nggak enak diajak riding jauh xixixixi *alesan :mrgreen:
tapi kalo sampeyan mo test ride, nanti kita atur jadwalnya lah . .. ghimana mas?

61. djoengkirbalik - 29 April, 2010

@monde
motor gotong royong mungkin yang ini :
http://beritamaya.wordpress.com/2009/08/03/yang-aneh-aneh-di-atas-motor/

62. Syawal - 29 April, 2010

Shock MIG kalo gak salah jadi sponsornya Mercedes GP di F1. wah hebat juga nih tvs make produk ini

63. xb - 29 April, 2010

bentuk keseluruhan lebih seneng style nya pulsar..
tapi detailnya memang jauh lebih halus apache..
seneng liat blok2 mesinnya apache, lebih rapi dan padat..

64. aanhamzah - 29 April, 2010

Jadi ngiler….

65. jomblo ati ngumpet dulu - 29 April, 2010

@syawal
no no bro… beda deh kayaknya. RTR yang ini pake MIG (Mono-tube Inverted Gas).
kalo mercedes MIG nya adalah MIG Investments (perusahaan forex dari swiss). 🙂

66. atlet lari sore2 - 29 April, 2010

Keren! Sory y mas, kalau liat dari dekat apache lebih gagah dari s mrun hehehe, tp salut wat mas Taufik inputan ok banget b^^,
titip slm y mas u/ tvs pusat suruh bilangin dealer tvs kec. Genteng banyuwangi supaya dealerny d pindah k pusat kota,trus bkin pameran d mall stmpat. Soale dilerny sepi 😀

67. Satmer - 29 April, 2010

Absen…

68. anddeep - 30 April, 2010

Body belakangnya kependekan

69. earphane - 30 April, 2010

TVS singkatan apa gan? Apa ada hubungannya sm TVS SAGARIS asal inggris ?

70. husni - 30 April, 2010

absen juga… ulasanya lumayan kumplit.. suwun..

*rajin mbaca TMC dari padang pasir*

71. malaikatkecilku - 30 April, 2010

tvs berotot, bertenaga tapi kok “buntheg” alias terlihat dimensinya pendek.

lama2 kepikiran juga, bahwa “tiger” aroma touringnya kental.

sekarang motor laki banyak nunduk.

@mah hadiyanta
sorri mas, yg aku gak suka stang clip on…aku konservatif emang. cuma ini terasa bedanya kalau riding jauh… termasuk motor di atas.

72. lekdjie - 30 April, 2010

Aku dipinjami juga nggak ya?

73. xxl123 - 30 April, 2010

absen wae ahh 😀

74. Supra XX - 30 April, 2010

bwah
ban depan belakang beda ukuran…
“njengking” brarti_
???

75. blueray - 30 April, 2010

lho velg depan 17 belakang 18 tow ??

76. Dani Ramadian - 30 April, 2010

@Mas Taufik
OOT nich…
Apa itu Glare? Kalo Flare?

Dijepret paké DSLR apa n lensa apa?

Sorri pol lohhh…

77. Taufik - 30 April, 2010

@mas dani
glare bisa dibaca di marih : http://en.wikipedia.org/wiki/Glare_%28vision%29

jadi gini kalo kita membaca sesuatu dari sebuah layar yang posisinya hampir berhadapan dengan arah sinar matahari .. . maka sepertinya akan silau (glare) jadi angka di spedo digitalnya nggak kebaca .. . gitu kira2, cmiiw

pake pentax K100D lensa Tamron 70-300 sama kayak lensa sampeyan xixixiixxi

78. Jalisa - 30 April, 2010

Mas Taufik keknya belum pernah merepiu motor Pulsar ya…
Ada apa??

79. Go Jay - 30 April, 2010

Mas Taufik.. Review ke test ride nya masukin foto ku yah yang lagi ngetest RTR 160.. hehehee.. *Pengen Narsis

80. technos - 30 April, 2010

Pulsar 135nya kapan di review nih kang?

81. Puwi - 30 April, 2010

Ngomong2 soal baut kang, saya lihat di brosur Bajaj Pulsar, Pulsar juga memakai baut TVS ini, terutama foto bagian coolernya. Di sana tertera “TVS”. Bro2 yg punya Pulsar coba cek di motornya masing2.
Apakah TVS kerjasama dengan Bajaj ya kang?

82. zaqlutv - 30 April, 2010

@55 hampura
TVS swasta terbesar perusahaan otomotif di Indihe, tapi ketiga terbesar dari perindustrian roda dua. Yang dua besar adalah BUMN yaitu hero honda dan bajaj. (dari berbagai sumber)

@69 earphane
TVR Sagaris gannn… dudu TVS, hehehee… tuh perusahaan mobil British punya..

Kang Taufik, ati-ati ya kalo aspal basah, kagak rekomen dah.. cuma kalo aspal kering di tikungan sambil rebahan asik bener dah..lengket bannya..

83. kopral jono - 30 April, 2010

emang manstab bener neh mongstor, tinggal di benahin aja jaringanya, bisa jadi pesaing berat mongstor2 jepun

84. tmc-holic - 30 April, 2010

84

85. tmc-holic - 30 April, 2010

85

86. tmc-holic - 30 April, 2010

86

87. tmc-holic - 30 April, 2010

87

88. tmc-holic - 30 April, 2010

88

89. tmc-holic - 30 April, 2010

89

90. tmc-holic - 30 April, 2010

90

91. tmc-holic - 30 April, 2010

91

92. tmc-holic - 30 April, 2010

92

93. tmc-holic - 30 April, 2010

93

94. tmc-holic - 30 April, 2010

94

95. tmc-holic - 30 April, 2010

95

96. tmc-holic - 30 April, 2010

96

97. tmc-holic - 30 April, 2010

97

98. tmc-holic - 30 April, 2010

98

99. tmc-holic - 30 April, 2010

..99..

100. tmc-holic - 30 April, 2010

..100……..

101. tmc-holic - 30 April, 2010

go to 4,000,000 hit…go,go,go,,tmc..

102. Dani Ramadian - 30 April, 2010

@77 Mas Taufik
Thanks pol ya.
Tambahan buat saya lagi nih…
🙂

103. Moko - 30 April, 2010

kalo ga salah yang dilingkarin ijo tu fungsinya kaya’ nyedot sisa pembakaran kalo ada yang ga sempurna, trus dibalikin lagi lewat selang yang nyambung ke arah manifold. biar bensin lebih irit+gas buang dari knalpot lebih ramah lingkungan.. CMIIW

104. motorcycle specifications - 30 April, 2010

boleh juga nih motor, semakin seru aja persaingan motor sport di indonesia.. mantaf….

105. auf13 - 30 April, 2010

YANG UNTUNG KONSUMEN JUGA … PALNG PUSING MILIH NTAR

106. rizky - 2 May, 2010

halo bro, ikut komen ya.kl tvs apache brothers mau lbh enak, busi, per and plat kopling kudu diganti. oli pk yg sae 10w-40. bensin minimun beroktan 92. pasti kerasa bener tuh performance racingnya…

107. darsonosu aka bennyps - 2 May, 2010

ternyata foto2 dari sini juga dimuat disini :

forum thailand
http://the-cycle.com/webboard/topic.php?id=00006656

orang thailand mantau perkembangan otomotif indonesia juga ya 😀

disini juga :
http://the-cycle.com/webboard/topic.php?id=00006653
kali ini tentang minerva r150vx 😀

108. fraziel - 3 May, 2010

Enak ya jadi blogger, dipinjemi motor buat test ride.. 😆
Semoga bisa mendongkrak penjualan TVS

109. Brahma - 4 May, 2010

asli ni motor kenceng bener… tarikannya manteb. Pulsar ane mah lewat. tp gw ttp setia ma Pulsar jok nya pas bgt ma pantat gw yg segede tampah. jd ga cape klo jln jauh.

110. jaos - 4 May, 2010

masih bagusan hnd unicorn y?

111. Review TVS Apache RTR 160 DD « Taufik & Motorcycle™ - 6 May, 2010

[…] satu Unit motor TVS Apache RTR 160 DD. Megenai penampakan motornya sendiri dapat bro simak di artikel Impressi Fisik. Kali ini kta akan bicarakan masalah teknis pengendaraan ergonomi, kenyamanan dan sedikit […]

112. prado2.com » Blog Archive » TEST RIDE APACHE TVS RTR160DD - 14 May, 2010

[…] Dikontak Nurlida Fatmikasari yang menjabat sebagai Corporate Communication PT TMCI (TVS Motor Company Indonesia) akrab dipanggil Bu Mieke ini menyapa via pesan singkat; pasti tawaran ngetest TVS Apache pikirku. memang ada dua tipe TVS Apache, single disc dan double disc. Tentu saja, aku pilih yang double disc. Motor ini sebelumnya telah dijajal Edo Rusyanto dan Taufik Hidayat. […]

113. chazzy13 - 20 May, 2010

Kemaren sempet nyoba juga niy Apache, tapi ane kurang cucok ma karakter motornya, kopling nya enteng banget jadi klo yang ga biasa bakalan sering loncat/ mati mesin motornya.
Cuman secara fisik siy keren, buldog banget alias gede didepan kecil dibelakang. Tapi niy motor barang lama siy, kayak nya TVS udah mulai berani buat main di Jakarta, karna selama ini lebih aktif jualan di daerah.

114. PRJ 2010 . . . Booth TVS « Taufik & Motorcycle™ - 14 June, 2010

[…] TVS mencoba untuk mencerahkan. Lalu TVS juga memajang Motor Sportnya TVS Apache 160 RTR yang impresi fisik,  test Ridenya dan keiritan BBM nya sudah di Coba Oleh TMC.Belum ada penampakan TVS Apache RTR 180 […]

115. john hunt - 31 July, 2010

jujur ki kang opik, secara keseluruhan motor ini lebih baik dari produk yang sekelas tapi dari marketing dan 3s nya kayaknya pulsar lebih siap. mau beli takut part gak siap!” wah … mosok aku beli motor partnya gak ada terus tak buang” tak tunggu part ada wae lah.., moga moga wong tvs ngerti.,

116. Adam - 22 November, 2010

Gan..Untuk Ergonomi Rider nya gimana gan?
Tinggi Ane 160 cm gan..

117. JOEkardio - 28 December, 2010

saya pengguna RX Z sudah 15 tahun, masih setia sampai sekarang, sempat nyoba bajaj 180 ama tvs ini, secara kualitas produk kyaknya built in quality nya TVS lebih baik, lebih rapi danyang jelas istri saya lebih suka ama Apache, hehehe, cuman harganya itu lho, kok lebih mahal sampai 2 juta dibanding pulsar 180, hehehe, jd bingung pilih mana, ada saran mas opik?

118. badrin - 30 January, 2012

waw…lengkap ulasannya kang…. btw dr segi fitur Apache masih unggul dibanding dengan kompetitor dr merk jepun d sini….

119. robih - 25 March, 2012

Kemaren sempet nyoba juga niy Apache, tapi ane kurang cucok ma karakter motornya, kopling nya enteng banget jadi klo yang ga biasa bakalan sering loncat/ mati mesin motornya.
Cuman secara fisik siy keren, buldog banget alias gede didepan kecil dibelakang. Tapi niy motor barang lama siy, kayak nya TVS udah mulai berani buat main di Jakarta, karna selama ini lebih aktif jualan di daerah….muali bersaing dengan madein japan nie……

120. robih tung - 25 March, 2012

saya suka tvs apache karna tariknya dasyat dan spontan, saya hampir dibawahnya terbang tuh. hehehehee…. busyet nie motor gayanya keren buldog banget, tapi ane kecewa sama onderdilnya yang masih jarang banget, tolong dong pihak tvs lebih memperhatikan kebutuhan konsumenya….tks .


Sorry comments are closed for this entry

%d bloggers like this: