jump to navigation

Open Class MotoGP Mungkin lebih Seru kalau tidak dijadikan Ultimate Dream Buat Dorna [Opini] 24 February, 2014

Posted by Taufik in motogp.
Tags: , , ,
trackback

460x110rev_feb21

uk460x110feb

aleix_2

Bro sekalian, Sebelum bro sekalian membaca artikel opini ini , tmcblog berharap bro sudah terlebih dahulu mengetahui Open Class dan factory Class di MotoGP. Dan untuk Bro yang belum mengetahuinya bisa membaca tulisan TMCBlog : Factory Class dan Open Class Pada MotoGP 2014 . . . Berikut Paparan perbedaan keduanya . . . Basis dari diadakannya Open Class untuk menggantikan CRT adalah untuk membuat Balapan Menjadi ‘Murah’.

440 x 100

banner-460feb14

Apakah bener bisa ‘murah’ Mungkin kasus Tim Open Class FTR Yamaha bisa membuka mata kita . . . silah bandingkan antara tim ini dengan Ducati factory, keduanya jelas beda . . . NGM Forward Yamaha adalah tim Open Class, sedangkan Ducati factory Team adalah Tim Factory Class. FTR hanya ‘pinjam’ mesin 2013 nya Yamaha M1, sedangkan Ducati factory riset Motor Desmosedici GP 14 sendiri.NGM Forward Yamaha hanya tinggal Pake software OEM MotoGP dari Magneti Marelli, sedangkan Ducati team kembangkan software sendiri yang tentunya ada Biaya riset yang nggak sedikit . . . tapi hasilnya di Test 1 sepang? edan kan NGM Forward Yamaha yang notabenenya punya ‘kasta’ satu level di bawah tim Satelit Yamaha Tech3 Bisa lebih cepat dari Ducati Factory dan tim Tech3 sendiri

magneti-marelli-ecu-2013

Artinya Apa Yang dilakukan Oleh NGM Forward Yamaha bener bener value for the Money . . . Lebih sedikit yang dikeluarkan namun hasilnya jauh lebih baik melebihi ekspektasi khalayak umum. Apa Yang dilakukan team NGM Forward Yamaha di test sepang 1 tentu membuat Dorna senang karena telah membuktikan bahwa dengan peraturan yang mereka buat, MotoGP punya potensi lebih seru di 2014 karena persaingan semain ketat.

Kepercayaan Diri Dorna semakin membuncah karena kesuksesan NGM Forward Yamaha di test Sepang 1 beberapa pekan kemarin. Sampai sampai lebih rrilex dalam menanggapi Kemungkinan Honda Cabut dari MotoGP jikalau akhirnya tim seperti repsol Honda harus menggunakan sofware sendiri . . . tmcblog kutip komentar Mike Web MotoGP Race Director dari Crash net :

Could MotoGP survive without Honda?

“Two years ago, the easy answer would have been ‘no’. Now, ‘yes we think so’. Next year, ‘definitely’. There are enough people building motorcycles. But it’s like cutting one leg off someone. You could survive, but you won’t function as well and you would never want it to happen.

-Apakah MotoGP bisa bertahan tanpa Honda? Dua tahun jawabannya “tidak”, sekarang ” Ya kami pikir begitu” , tahun depan ” sudah pasti ” . . . . –

Edan kan? sampe segitu Percaya dirinya Dorna hehehe sampai sampai lebih melunakkan tensi tanggapan terhadap kemungkinan Cabutnya Honda. Namun ada Sinyalemen Sepertinya kedepan Dorna mau membuat Open Class ini menjadi Peraturan Baku yang akan diikuti semua tim baik itu team factory, satelite, maupun Privateer . . . mendengar dan membaca sinyalemen ini tmcblog malah jadi Khawatir mas brooo

jorge_sepang

Kenapa Khawatir? menurut tmcblog, Kondisi yang sekarang ini sudah cukup ideal bahwa MotoGP bisa kompetitif, team Privater punya kesempatan berdiri sama tinggi dengan team satelite maupun tim factory . . . takut nya Jika nanti semuanya OpenClass, Dengan kelebihan sumberdaya dan dana Riset yang kadang tak berseri, maka kembali lagi team factory akan berjaya, untouchable, dan nggak akan pernah ada kesempatan team Satelite maupun privater untuk berdiri sama tinggi lagi .  . Theres No way satelite and Pivate Team can Beat factory team . . . ini artinya MotoGP balik lagi ke titik nadir jaman dulu dimana di podium MotoGP yaaa 4 L alias Loe Lagi Loe Lagi . . .

marc3

Dengan Model MotoGP yang kayak sekarang ini cukup Fair . . . team apapun punya potensi bersaing dengan team team dengan aliran dana kuat. Selain itu dengan Model MotoGP sekarang ini (ada Factory class – Open Class) maka Keinginan Riset dari Pabrikan akan dapat terus di akomodasi . . . win win solution dengan potensi pertunjukan MotoGP yang akan smakin seru karena Podium terasa lebih terbuka bagi team apapun juga . . . silahkan dikunyah kunyah, ini pendapat tmcblog, bagaimana pendapatmu mas bro?

Taufik of BuitenZorg

Tanggapan Sobat Pengunjung  tmcblog yang Juga Menarik :

41. coralline – Februari 24, 2014 [Edit]

 . . . .  . . . .  Sebenarnya perbedaan paling besar factory dan non-factory itu adalah dana dalam pengembangan sistem ECU-nya tetapi dengan menggunakan ECU yang sama maka factor skill rider semakin berperan besar untuk menang dimana selama ini faktor skill rider semakin berkurang perannya karena di tolong oleh sistem elektronik yang canggih. . . . . . baca lebih lengkapnya deh

Comments

1. gaaralovers - 24 February, 2014

Sip!

kampret - 24 February, 2014

Ya jelas aja bisa nandingin factory, lah wong factory dikebiri dari 21 Liter jadi 20 Liter, dari double ECU jadi single ECU magneti marelli.
Sementara open class dikasih 24 Liter dan pake ban lebih soft.

MotoGP itu balapan prototype, puncaknya teknologi motor. Mosok perkembangan teknologi ditahan2 ???

Gara2 Aprilia RS3 Cube, tim lain ikutan pake traction control
Gara2 Ducati GP7, tim lain pake pneumatic valve
Gara2 Yamaha, tim lain pake swingarm terbalik
Gara2 Honda, tim lain pake seamless gearbox

kampret - 24 February, 2014

idealnya ya… bikin mirip F1. Mesin prototype pneumatic valve dijual ke tim lain. Sementara tim lain sibuk desain sasis, elektronik, aero, dll. Sayangnya gak ada tim factory yg mau jual mesin (-_-“)

hulssay - 24 February, 2014
budi - 24 February, 2014

yaiyalah jual mesin kok cuma2, mereka riset gak gampang abis dana bnyak tapi teknologi yg di temukan juga sebanding sma risetnya yg susah..
inget riset awal RC211V ???
monggo cari britanya

wah - 24 February, 2014

bentar lagi ada one merk ecu
one merk rangka
one merk shokbbreaker
one merk knalpot
one merk oli
one merk rantai
one merk rem
one merk ban udah
bosennn

RPMspeed - 24 February, 2014
#034 - 24 February, 2014
ojobkuayutursolehatporakolod - 24 February, 2014

seperti ferrari mengancam angkat kaki dr kejuaraan jika keinginan mereka tdk dipenuhi ….angkuh sekali honda

Roy - 25 February, 2014

Harusnya MotoGP dibuat 60 laps, ada pitstop, seperti F1, atau dibuat 200 laps seperti Nascar, bikin motor pada jebol …..Mantappp

2. gaaralovers - 24 February, 2014

Jos!

monkeymotoblog - 24 February, 2014
Mas Sayur - 24 February, 2014
3. gaaralovers - 24 February, 2014

Mantap!

4. gaaralovers - 24 February, 2014

Pertamax!

5. exobar - 24 February, 2014

MotoGP

rezaholic - 24 February, 2014

Yaahhh.. gitu deh mas taufik.. dorna terlalu busines oriented, seperti takut ngga laku acaranya.. takut ngga kompetitif kayak wsbk..

rezaholic - 24 February, 2014

eh ketinggalan:mrgreen:

Melanggar Rambu : Mobil Patroli ditabrak Innova!
http://rezaholic.wordpress.com/2014/02/24/melanggar-rambu-mobil-polisi-ditabrak-innova/

6. nubi - 24 February, 2014

O̲̅k̲̅e̲̅!

7. Fitready - 24 February, 2014

just opini, tapi opini seorang tmc pasti …. (titik-titik) hee…

8. Biru - 24 February, 2014

josss

9. bang_rizzkhan - 24 February, 2014

5 besar kah,,??

10. udinsastro - 24 February, 2014

Iya

11. bennymotor - 24 February, 2014

hmmm.*

12. aripitstop - 24 February, 2014

mantap mas opininya

13. aripitstop - 24 February, 2014
14. gaaralovers - 24 February, 2014

Absen

15. yurry1 - 24 February, 2014

dorna gak usah sombong juga kali, omongan nya itu… tidak mencerminkan pemimpin yang arif, tp lebih ke otoriter. imho.
utk tahun ini, mudah2an tambah banyak nih yg jadi juara series kang haji…😀

16. Adem_Ayem - 24 February, 2014

3 besarr..

17. potretbikers - 24 February, 2014
18. Sukoco - 24 February, 2014

Setuju masbro, regulasi 2014 paling oke, sementara ga perlu dirubah lagi, motoGp 2014 pasti lebih sengit… Tim pabrikan lebih leluasa di software, tim openClass lebih leluasa di mesin, ada keseimbangan antar kedua nya. info Supra X 125 & Blade Fi nya digali lagi om tMc

Taufik - 24 February, 2014

wekekekek . .. dari motogp langsung ke supra x ?? okelah dikorek deh bentar lagiii mas brooo

19. orong-orong - 24 February, 2014

lorenzo ingin nyoba motor espargaro malah

20. Kobayogas - 24 February, 2014
21. k14 - 24 February, 2014

s7

22. KomMotor - 24 February, 2014

Beuh.. tajam banget analisisnya Kang..
Bahaya juga kalau 2015 semua peserta adalah open class.., dana riset pasti jomplang lagi.. masa mau gonta-ganti regulasi terus2an?
Mending regulasi 2014 aja, sudah terbukti NGM Forward kompetitif tuh..

Taufik - 24 February, 2014

dana riset sudah njomplang dari saat ini mas bro
atinya kejomplangan ini tentu akan bisa membuat njomplang lagi kekuatan dan akan kembali membuat goliath goliath baru yang saat ini sudah bisa disejajaran sama para daud ti privater, cmiiw

23. dave - 24 February, 2014

tim factory yg ky gmn,,
tim private yg ky gmn,,
tim satelite yg ky gmn,,
contoh nya dong mas,,
biar jadi lebih jelas,, thx..

Taufik - 24 February, 2014

Factory itu misalnya : Yamaha Factory Team
Satelite : Yamaha Tech3
privater : NGM Forward yamaha

ini adalah team
tapi ada lagi class : Factory class dan Open class, untuk yang dua ini ini lebih jelas baca disini mas bro : http://tmcblog.com/2014/02/11/factory-class-dan-open-class-pada-motogp-2014-berikut-paparan-perbedaan-keduanya/

24. aca - 24 February, 2014

weeeww seyemmmm

25. d-santo - 24 February, 2014

gema motogp sekarang memang tidak semerdu gp500 dulu

26. mydasign - 24 February, 2014

ruwet banget motogp ki. mending regulasinya lebih keharga motor secara keseluruhan aja. biar gak mumet riset…

Taufik - 24 February, 2014

sebenarnya regulasi 2014 ini malah dibuat simple dibanding 2013 yang ada CRT segala mas bro . . . namun menurut saya ini 2014 sudah ideal banget, dengan segala hormat bukan sengaja mengesamping kan repsol Honda yang kemungkinan salah menginterpretasikan Open Class, Open Class disini sangat membuat potensi motoGP semakin seru, penghilangan CRT saja sudah pengefesienan balap yang cukup sgnifikan . .. tapi ya itu dia kalo mau diimplekan lagi menjadi All team pake Open Class . . . maka kemungkin 4L nya itu akan besar karena Team Factory itu terkenal memiliki dana yang lebih besar dibanding tim satelite maupun tim privater

mydasign - 24 February, 2014

lah itu kang. UUD lg deh.🙂🙂🙂

27. kalel - 24 February, 2014

Mantaaapz =)) Ɯǩά=))Ɯǩά=))Ɯǩά=))Ɯǩά=))º°
ː̗=))ː̖_, :D/ ː̗=Dː̖/ =))Ħªª
/<3.❤. /<3__, =))Ħªª
_||_ _/ _ _| .=))Ħª
ː̗=Dː̖/` ..
_/__, <3•̃⌣•̃<3=))HĄĄ=))..HĄ
. | ..HĄ:)..HĄĄ=))

28. Motor Fairing - 24 February, 2014

kalau menurut saya tidak perlu dikhawatirkan wak haji.
karena definisi open class itu keseragaman peranti hardware dan software ecu.
jadi pabrikan ‘hanya’ dituntut membuat paket motor terbaik yg disesuaikan dg ecu standar.
jadi jurang perbedaan antar pabrikan bisa diminimalisasi mengingat semakin ke sini peran piranti elektronik semakin vital cenderung melebihi sasis, mesin, dan ban.
semoga ke depan bisa memunculkan persaingan prototype yg rapat antara aprilia bmw ducati kawasaki suzuki yamaha dl.

honda rakus pabrikan gak penting biarkan m1mnggat saja.

Taufik - 24 February, 2014

yap kalo soal ECU dan Software memang cukp fair
tapi saya hanya membayangkan tim semacam HRC , YFR dan Ducati Corse yang mungkin punya dana melimpah bisa sewaktu waktu mengubah mesinnya di tengah jalan, karena sistem development Freez untuk engine nggak belalu di OpenClass . . . dan ini yang nggak bisa dilakukan oleh Privater yang dananya dan sumberdaya riset nya boleh dibilang nggak seheboh factory team, imho

budi - 24 February, 2014

bukan rakus tapi saat ini memang yg risetnya berhasil n maju ya baru honda, dari efisiensi bhan bkar mesin SSG ECU software dll..
buktinya monggo cari brita2 2013

29. jauaeotz - 24 February, 2014

semoga pabrikan eropa dan amerika mampu ikutan juga, gk jepang lagi jepang lagi

Taufik - 24 February, 2014

saya pikir denganhadirnya OpenClass . . . ini sebenarnya bisa membuat BMW, Aprillia, MV agusta, Triumph dan lain lain bisa dan memiliki kans untuk kembali kopetitif . .. yup mereka 12 engine dan nggak Freeze development plus 24 liter bensin, dan softer rear tire

30. Yamaha Esa - 24 February, 2014

heran sama Honda yang pola pikirnya tu koq gak secerdik Yamaha.

Tahun 2014 jelas Tahunnya Yamaha, M1 ada 6 motor dengan kualitas hampir sama, kalau team satelite pake ssg apalagi.

Pembalap Yamaha jelas pembalap bagus semua, terbukti
Pol juara Moto2
Aleix juara CRT
Hohe juara motoGP
Rossi inimah gak usah ragu lagi!!
cuma smith dan colin masih abu-abu

Honda??

Pedro 8 tahun tanpa gelar
Marc awal tahun patah kaki
Bautista ah gak ada gregetnya
Bradl jatuj melulu
Redding nyaris juara, bisa senasib ama pedro ini
Hayden tenggelam
Aoyama entahlah

kita lihat sepakbola liga inggris aja deh……..kalau team berkaos biru menang ya Yamaha juara, kalau team merah bisa Honda bisa Ducati

he he he

ZHOEXYNO - 24 February, 2014

karena yamaha tidak mempunyai dana membuat open class mesin konvensional….makanya dia yamaha di kasih lah mesin LORENZO…ada indikasi ini PENGANTI LORENZO…YANG MAU KE HONDA…di kasilah mesin lorenzo sasis lain….alias DIDIKAN yamaha sebelum ke pabrikan,,,,

31. Tama Zig-Zag - 24 February, 2014

DORNA lumayan PD’ ditinggal Honda (Masuk akal), lha 2015 SUZUKI juga bakalan kembali ke MotoGP & perkembangan ECU Magneti Marelli buat team Open Class sudah keliatan hasilnya di NGM Forward, tinggal nunggu perkembangan team2 OpenClass lainnya di’2015.. Seruuu…

32. Motor Fairing - 24 February, 2014

regulasi ala open class layak didukung.
cuma honda gak akan setuju karena gak akan kompetitif kalo peraturannya seragam.
mau bukti? lihat moto3, wss, wsbk.
honda cuma menang nggragas + duit.

budi - 24 February, 2014

di sisi lain memang risetnya HRC jauh lbih maju drpd tim lain, tu gak bisa dipungkiri ..
namanya aja prototype jadi riset jadi hal yg penting

tamtam - 24 February, 2014

@budi ^ ^ ^
yaudah kalo HRC prioritas cuman riset ,bukan kompetisi, ya mending sewa sirkuit yg dipake motogp, trus bikin tuh lap record, bandingin sama lap record motogp, trus pecahin lagi lap record yg telah dibikin, pecahin dan pecahin lagi sampe 1 detik per lap hahahaha .

krn klo cuman pertimbangan 1 tim saja, yg namanya kompetisi pasti ndak akan jalan, pikirin juga tim yang lain,pikirin untung rugi yg bikin gelaran (dorna) ,dan pikirin animo penonton.

33. terjadi galat - 24 February, 2014

Tidak, ya, kami pikir begitu, sudah pasti.
Mungkin maksud dorna, lama-lama gw bikin engine, sasis, ecu dan sofware sendiri.

Motor Fairing - 24 February, 2014

kok makin yamaha?
nglantur ya?

Motor Fairing - 24 February, 2014

eh maap salah reply

terjadi galat - 24 February, 2014

Dimaafkan.. 🙂

34. s0erya - 24 February, 2014

makin ke yamaha dorna😀 hadeh…

35. Motor Fairing - 24 February, 2014

benar, itulah kendalanya.
tapi sepanjang ecu diset standar, saya kira perbedaan mesin tidak akan menjadi terlalu signifikan karena segala power, bahan bakar, berada dalam batas kontrol ecu yg semua sama.
dan dorna jg tidak akan gegabah memakai mentah2 regulasi open class.
yg ditekankan adalah penggunaan ecu standar.
kebijakan engine freeze develoment dll masih mungkin berubah.

36. ilmu pengetahuan umum - 24 February, 2014

Jadi honda mau ditinggal ni klo bandel” msh jagoin rossi will back with baby m1.

37. bikerlover250 - 24 February, 2014

jadi :
level 1 tim factory
level 2 tim satelite
level 3 tim private
factory class tropi dan crt tropi 2013 lalu
nah sekarang apa beda juga kang haji tropi antara
factory dengan open class di motogp…!!!???

Taufik - 24 February, 2014

gak ada . . . cuma satu thropy kayaknya, cmiiw

38. ayok - 24 February, 2014

baguslah tim open class tidak banyak riset bisa bersaing.

39. boerhunt - 24 February, 2014
budi - 24 February, 2014

gak juga bro ..
rata2 yg beli honda di indo gak pgruh sm motogp kan udh dr jaman bahulak kalo motor ya honda..wkwkwk
tp klo yamaha cabut baru deh nyungsep n nyahok pnjualan di indo, kan gembar gembornya teknologi motogp

boerhunt - 24 February, 2014

hehehe kalau yg cabut dr MotoGP itu yamaha, lebih besar lagi dampaknya😀

40. yellowduck - 24 February, 2014

open class yg joss kan cm aleix, yg laen masih aja mlempem.

41. coralline - 24 February, 2014

Sebenarnya yang bikin timpang tim factory dan non-factory selain dari support spare-part yang lebih besar dari pabrikan adalah ECU. Saya lebih setuju dengan peraturan open class karena dengan peraturan open-class diharapkan MotoGP dapat kembali seperti di era 500cc dimana rider dari tim non-factory mempunyai kesempatan yang besar juga untuk menang. Sebenarnya perbedaan paling besar factory dan non-factory itu adalah dana dalam pengembangan sistem ECU-nya tetapi dengan menggunakan ECU yang sama maka factor skill rider semakin berperan besar untuk menang dimana selama ini faktor skill rider semakin berkurang perannya karena di tolong oleh sistem elektronik yang canggih. jadi ibaratnya di motogp sekarang walau sehebat apapun rider kalau motornya gk canggih jangan harap dapat bersaing di garis depan. Coba lihat era 500cc 4-5 rider bisa saling bersaing untuk posisi pertama, saling overtake dan masing-masing rider punya strategi untuk menang. Karena pada saat 500cc dengan sistem elektronik yg minim gk bakalan mudah ngacir di depan sendirian, kalau ngacir duluan rider bakalan lebih konsentrasi tenaga rider lebih cepat terkuras di lap-lap akhir karena di era 500cc hampir 80% untuk menang itu karena skill rider dan kondisi fisik rider, jadi skill dan strategi rider lebih berperan besar disini. coba sekarang marquez di suruh bawa motor 500cc-2tak 10 lap saja ane yakin sudah bakalan ngos-ngosan tuh apalagi dengan gaya balapnya bakalan mudah jatuh karena di era 500cc belum ada yg namanya traction control salah-salah betot gas bakalan high-side keluar ke gravel, kalau sekarang sih sudah dipermudah semuanya bisa di kontrol dengan sistem elektronik yang canggih. makanya honda gk bakalan mau ikut open-class karena gk yakin ridernya bakalan sanggup.

Taufik - 24 February, 2014

nice point of view🙂
bagaimana menurut bro tentang openclass yang non engine development freeze . . . jika diberlakukan umum ke semua tim , seperti apa kemungkinannya, apakah tidak akan sesignifikan pengembangan ecu

subaru - 24 February, 2014

setuju mengembalikan semua ke skill, dorna juga pikir gimana meningkatkan keseruan motogp. ngeliat motoGP sekarang yang full electronic seperti kurang fun.
dorna tentunya bisa belajar seperti F1 sekarang, dulu F1 boring abis sekarang dengan berbagai aturan yang awalnya diprotes tim besar malah bikin balapan makin seru.

culun - 24 February, 2014

elektronik diilangin biar skill yang lebih berperan … biar makin seru balapan … biar penonton tepuk tangan … sementara PEMBALAP DAN KELUARGANYA MAKIN DEG-DEGAN … semakin banyak pembalap yang meregang nyawah makin seru … sebagai penonton jangan egois lah … toh teknologi terus bergerak maju … aplikasinya pada produk masal juga sangat berguna … jadi jangan salahkan teknologi … selama masih harus putar setang untuk belok …. selama harus puntir gas untuk melaju … selama harus tekan/tarik tuas rem untuk mengurangi kecepatan … sah-sah saja menurut saya

Shandy - 24 February, 2014

500CC 4-5 rider bersaing darimana? baru nonton balap motor era rossi ya? Mick Doohan itu sering balap sendirian di depan loh… jangan kesampingkan teknologi. Apa ente mau hidup di jaman batu terus? yang penting di arena balap itu adaptasi rider dengan tunggangannya, semakin dia adaptive semakin baik, bukan memaksakan tunggangan sesuai dengan gaya balapnya.

coralline - 24 February, 2014

@culun ECU/traction control itu pisau bermata dua, di lain pihak itu memudahkan rider tapi ingat gk alm.simmoncelli. tanpa traction control sudah pasti simmonelli jatuh ke gravel tapi karena adanya traction control rider bisa memaksakan motor tetap dilintasan dan dapat membahayakan rider tersebut sendiri. lagian dengan traction control para rider makin nekat melaju di tikungan toh ada sistem elektonik yg bakalan menolong nanti. pernah nonton wsbk gk? sistem ECU di wsbk gk secanggih motogp malah pembalap-pembalap di sana lebih agresif dan sering senggolan tp jarang yg jatuh karena rider masih merupakan objek yg paling dominan dalam mengendalikan motor tersebut bukan elektronik. lihat saja pedrosa saat traction controlnya rusak di senggol marquez langsung jatuh karena gk bisa mengatur bukaan gas.

@shandy gk pernah nonton era kevin schwantz vs wayne rainey ya?

coralline - 24 February, 2014

@culun dan toh disini Dorna tidak melarang pemakaian ECU, cuma membatasi. Gk bakalan mungkin sitem ECU di hilangkan karena gk bakalan ada orang nekat yg bakalan mau bawa motor prototype 1000cc tanpa ECU. cuma jangan lebay pakai ECU nya sekarang seakan-akan ECU canggih itu adalah segala-galanya sehingga motorlah yang menentukan kemenangan sehingga rider hanya menjadi pihak ke-2 yag menentukan kemenangan. lagian apa salahnya pakai ECU sama toh, semua motor pakai ECU yang sama juga kok dan masih banyak lagi yg bisa dikembangkan selain ECU.

motor batangan - 24 February, 2014

Gue rasa sebaiknya kita tidak membanding bandingkan sekarang atau dulu, tiap orang punya jamannya masing masing. Jaman Rainey dan Schwantz iya seru karena banyak pebalap saingan utk di depan, tapi jaman Doohan juga doi suka ngacir sendirian. Artinya kita ga bisa menggeneralisir begitu aja, walau kadang perlu utk menyimpulkan konteks.

Awal segalanya sebenarnya kan ada di dana dan imbas krisis ekonomi, pabrikan punya sokongan dana yang berbeda kuatnya jadi pengembangan terbatas itu, hasilnya yang pengembangannya kenceng motornya tokcer, yang ga ya sebaliknya. Untuk menyiasati ketimpangan itu, Dorna kudu membuat regulasi yang adil bagi semua pihak, sulit pasti. Ibarat kita mau buat balap lari antara anak SD, orang dewasa, dan Usain Bolt, cara menyeimbangkan handicapnya gimana?

Perkembangan teknologi itu dinamis, satu aspek di stop, yang lain kelimpungan, krn bersinggungan. Gue pribadi merasa pelarangan pengembangan ECU atau mesin bukan solusi paling pas, karena jiwa motogp itu sendiri adalah ujung tombak teknologi mutakhir di motor. Wajar kalo pabrikan mau jadikan ajang pengembangan mereka juga, keluar duit utk race dan riset dalam 1 tepukan.

Jadi, daripada ribut soal harus lebih condong ke skill rider dan ECU di kurangi atau dorong riset semaksimal mungkin dan satu dua pabrik mundur teratur serta ga bisa kompetitif, kenapa ga misalnya Dorna membantu nyariin dana bagi tim tim yang potensial? Comblangin tim ke korporasi raksasa misalnya, jadi dana tim kenceng. Gue gatau ini udah atau belum, tapi sampe skrg aja tim jempolan kaya Yamaha Factory belum punya sponsor utama tuh. Bayangkan kalo minimal semua pabrikan di WSBK bisa punya sokongan kuat hingga bisa naik ke kelas GP aja, seru kan.

Keadaan memang memaksa Dorna dkk melakukan penyesuaian, tapi kalo sampe pengembangan apa pun itu di freeze total utk semua, maka moto gp mati. Jiwanya ga ada lagi, apa bedanya sama wsbk?

pacues - 24 February, 2014

ane setuju” aja gan,,
Tp mau gmna lagi, tekhnologi vs entertaiment emang berlawanan..
sekarang motogp ngebosenin masih llebih seru moto2 yg saling pepet pepetan.,.

maculmania - 24 February, 2014

Setuju dengan era 500 CC karena teknologi di saat itu juga belum secanggih sekarang, betul skill sangat berperan di era itu selain itu masing2 rider memang sangat ‘menjiwai’ motornya, coba lihat Rainey dengan Yamaha-nya dan Schwantz dengan Suzukinya, masing masing gaya membalapnya sangat cocok dengan motornya. jadi betul kalau berkaca pada balap 500 cc sekarang pembalap sekarang banyak yg ndlosor.

Shandy - 25 February, 2014

@coralline, simoncelli kalo ga ada traction control bisa jatuh ke gravel? ada traction control aja jatoh mulu tu orang, gimana ga ada traction control? jadi kalo keplesetnya ditengah lintasan, trus motogp ga pake traction control bisa jadi jaminan ya motornya langsung ke gravel sama orangnya? dia itu lagi balap apa lagi latihan ya? hahahaa… perumpamaan yang dangkal sekali… Sekali lagi ya, rider itu beradaptasi dengan tunggangannya. Pedrosa bila dikasih motor tidak ada traksi kontrol SUDAH SANGAT DIPASTIKAN dia BERADAPTASI dari awal musim menyelaraskan bukaan throttle dengan perputaran ban belakang. Kesenggol sensornya, adaptasi dengan motornya jadi ngaco, karena sensor di otaknya dia pake motor yang ada traksi kontrolnya… mudah dimengerti kan?

Nah anda kan suka nonton WSBK.. balapan motor umum yang dimodifikasi, itu sama aja kayak nonton balap motor bebek di tanah air, sudah dipastikan ini seru karena motor umum kurang lebih sama, yang membedakan tingkat skill rider dan tim modifikator.

Jangan samakan level motogp dengan wsbk bung… Motogp balapan motor prototype. Adu kecanggihan teknologi pabrikan motor disini tempatnya.

42. CWA - UP - 24 February, 2014

Loe lagi loe lagi
dan parahnya : lagi lagi loe
isok2 wae wak haji iki,he..he..he…

43. yanu - 24 February, 2014

test aja rcv13 pake ecu dorna .pasti joss juga…..gak usah pake riset mesin baru….

budi - 24 February, 2014

RC213V 2013 sm RC213V 2014 psti ada pengembangan jadi gak mgkin klo gak riset buat benahi kekurangan, sllu akan ada riset klo di motogp

44. haryudh4 - 24 February, 2014

Kalo gak ikutin apa kata Stoner… “Buka kelas 750cc 2 stroke…”😀

budi - 24 February, 2014

kyaknya dl 2 tak d rubah jd 4 tak gra2 gak bsa nmbus lbh dr 500cc dehh, kok mlah mnta 750cc 2 tak??

45. ipanase - 24 February, 2014
46. maculmania - 24 February, 2014

Jadi perbedaan satellite sama open class cuma tahun jeroan mesin aja wak?

47. 0yoo - 24 February, 2014

only factory dan open saja wes..

48. DORNA MAJU TERUS!! - 24 February, 2014

pendapat saya wak.
mampus honda. jangan mau terus2an dibawah honda. dia pasti memiliki pemikiran sendiri agar mereka bisa di depan. sehingga iya trs mengancam jika ada peraturan baru yg mengancamnya. dengan adanya team open class, lihat mesin m1 ternyata lebih kompetitif kan dibanding mesin rcv, dgn tidak terkekang oleh banyak peraturan.
kalau honda ngancam keluar, biar aja dia keluar. dari sini kita melihat siapa pecundang yg terus berusaha di depan dgn cara apa pun.
JANGAN TAKUT DORNA !!!

ZHOEXYNO - 24 February, 2014

YAMAHA yg team pabrikan juga mau ikut keluar dari motor GP..sependapat dengan honda….berati yang keluar dari gp yamaha dan honda

O=O - 24 February, 2014

tak bedain y mas mesin openclass antara honda & yamaha ben donx…mg gak salah deh..
*RCv1000 adalah motor khusus dirancang buat open class yg beda sma prototype pabrikan RCV213
*M1 NGM adalah motor prototype pabrikan seri 2013 dgn ecu magneti marely
nah beda kan motornya???it knp NGM cm dijatah 5 mesin dlm 1 musim so klo mo membandingkan y jelas adooohhh…it pun jg msih siapa pmbalapnya jg…

budi - 24 February, 2014

ente kurang info yaa??
bro O=O tu bner mesin M1 NGM tu msin prototype taun lalu klo RCV1000R tu mesin khsus yg d buat utk open class, jd nkn msin RC213V

andarto - 26 February, 2014

honda memang takut ada yang nyaingi.
beda ama yamaha yang punya lambaian maut, jadinya aman tersaingi.

49. Ragiel New Trakhir - 24 February, 2014

4 L😀

50. albeatles - 24 February, 2014

benar juga kata SUHEI NAKAMOTO. Dengan 24liter, dengan ECU MAGNERELLI, tak ada perkembangan dsana..kami balapan untuk sekalian riset,.wajarlah tak ada tantangan untk meriset motor lg..

ZHOEXYNO - 24 February, 2014

artinya motor gp….kearah kemunduran teknologi…..lebih ke arah motor masal…alias wsbk….karena teknologi MOTOGP..yamaha dan honda lebih unggul dari semua pabrikan

51. gendhon - 24 February, 2014

Honda hengkang jika ecu & software harus menggunakan setingan dr dorna krn nakamoto prnah bilang bahwa alasan honda ikut motogp yg notabene menghabiskan dana yg sangat besar adl krn di dalamnya trdapat riset, jika tdk ada riset di motogp ngapain harus brtahan, cukup jualan motor utk team privater aja mgkn dh jd solusi,
tp krn open class msh memungkinkan utk melakukan riset di sektor mesin maka factory team dg sumber dana yg melimpah ttp aja akan melakukan riset utk meningkatkan performa di sektor mesin meski dg ecu & software yg sama, akhirnya ya sama aja,

ZHOEXYNO - 24 February, 2014

dorna sekarang…..lebih ke arah ratting siaran tv…dari pada berlomba ilmu..semua insiyur berlomba jadi yang terbaik…dalam teknology moto gp…gitu

52. ZHOEXYNO - 24 February, 2014

bagus tetapi spek mesin yang seimbang….artinya…
1.mesin harus bekan para juara /pabrikan tinggal rangka bebas
2. mesin konvensional….dengan spek down…rangka bebas
tetapi kejadian yang kemarin itu MEMAKAI MESIN LORENZO th.2013
kan ngak adil
3.Apakah para parikan mau menjual /sewa ….sedangkan honda tidak mau sewa takut mesinnya di tiru…
4. ada indikator…para intel insyinur mesin menjiplak…motor sewaan..

budi - 24 February, 2014

enggak bro, kalo mau pake pesin RC213V 2013 statusnya sewa k HRC dan harga sewanya sangat mahal, mkany di buatkan RCV1000R dgn spek down dr RC213V ..
klo ksus NGM tu mreka memang beli mesin M1 2013
jadi tiap pabrkan punya kebijakan yg beda2

wah - 24 February, 2014

M1 nya sewaan brooooo

Nobita - 24 February, 2014

hahaha….
mesin lorenzo…?
ente sok teu….!

53. PAKAI OTAK BUKAN NYALI - 24 February, 2014

HRC memang lebay
banyak insinyur hebat disana
ECU itu baru salah satu komponen
sepertihalnya regulasi , bila DOrna menentukan Regulasi Standar ECU , kenapa HRC takut !!!!

wekekekekekekekkkk

ZHOEXYNO - 24 February, 2014

bukan takut…tetapi kemunduran dalam teknologi…..apa guna..nya…kan motogp berlomba jadi yang terbaik dalam teknologinya ini menuju kebodohan….ilmu…demi ratiing tetapi miskin teknologi gitu

PAKAI OTAK BUKAN NYALI - 24 February, 2014

apa itu setara dgn hasilnya…
ingat ketika Pegas Katup di patenkan HRC ???
sementara yg lainnya sudah pakai Pneumatic
pegas katub masih bisa mengimbangi mskipun tidak bisa lama

ingat waktu YRC belum pakai SSG , ternyata jg bisa mengimbangi team lain yg sudah pakai SSG

lalu ketika open class diberlakukan, dan terbukti team non pabrikan bisa kompetitif

pertanyaannya “WHY NOT”

intinya adalah ketika ada REGULASI yg bisa mengakomodir kemampuan semua TEAM ( ECU STANDAR )
maka Insinyur/Mekanik team harus putar otak mencari cara lain agar motornya kompetitif
apakah HRC gamang ?
apakah HRC sudah kehilangan akal

MALU donk sama team kere sekelas NGM FORWARD

hadeghhh

budi - 24 February, 2014

tim NGM forward pake mesin M1 2013 bro..
dgn riset tiap tim punya cara sendiri untuk balapan, inikan juga balapan prototype bro jadi pastilah penuh dgn riset dll..
kalo tnpa riset yaa motor drdl mpe skrg gitu2 aja
apa gak hebat dgn aturan mesin d batesin bbm di batesin tp bsa ttep efisien dlm balapan n bisa unggul dari lwan yg mesin n bbm gak d btesin..??
itulah gnanya riset ECU software, klo bgna dmpakny motor masspro jga kan ??

54. monkeymotoblog - 24 February, 2014
55. setsunafexia - 24 February, 2014

please dorna… jgn buat MotoGP jd kyk F1 yang dulu.. bosen taruhan kalo ga hohe, m99 paling apes daped..
seandainya minim perangkat elektronik kyk gp 500…bisa jadi Rossi juara lagi… yg pernah ngerasain GP 500 di moto GP sisa dia😀 .. eh ga tau kl ada lg

56. Edi Slamet Riyanto - 24 February, 2014

setiap tahun regulasi berubah, itu semua demi pertunjukan yg katanya sich balapan bisa lbh atraktif dan seru. tapi spt tahun tahun kemarin empat besar selalu tim fabrikan, lha tahun ini ane kira akan sama saja dengan tahun2 kemarin ( mudah2an ane salah) walau dibentuk openclass. hasil sepang kok kayaknya sebuah sandiwara saja. sebagai salah satu trik pemasaran agar motogp tetap sebagai balapan roda dua yg paling top.

57. don95ol - 24 February, 2014

mumet bacanya, otak ane lg dijemur belum kering..
Liat racenya ajalah, masih di TRANS7 kah wak haji??

58. peyek - 24 February, 2014

intinya,,,

gertak sambalnya Hahrese sudah kagak mempan buat si Dorna,,,😆

lo pengenn pegi,,,???
pegi ajo sono,,, kagak usah balik sekalian,,,😆

kalo sampe musim depan tidak ada perubahan dalam peraturan,, artinya,, musim 2015 sama percis dengan musim 2014,, barang dagangan hahrese RCV,, kagak laku,,,😆
tim – tim sembalap open pada hijrah cari kontrakan M1 yakampret,,,😆

59. ilmu pengetahuan umum - 24 February, 2014

Lebih menarik klo motor yg digunakn tu imbang,,jd pembalap tim kecil jg bs juara..tetapi apapun hasilx motogp harus tetap m3nwrik.

60. PAKAI OTAK BUKAN NYALI - 24 February, 2014

ane setuju ECU standar
supaya pabrikan lain bisa kompetitif
kangen ada SUZUKI , KAWASAKI , APRILIA.
dan menyusul BMW

atau Motogp akan monoton dan hambar
lihat WSBK Suzuki bertaji
atau MOTOGP tinggal kenangan , hanya mnjadi OMR saja

twt

ZHOEXYNO - 24 February, 2014

itu maunya kita…kadang pabrikan…ngak punya modal ….setahun dua tahun……….cabut….dah…bagus DI SUBSIDI SILANG GITU yamaha dan honda,ducati kasih modal…ke lainnya baru deh…..seru….

61. nivikoko - 24 February, 2014
62. kunamrider - 24 February, 2014

Kalo ane pribadi, moto GP serasa membosankan. semenjak kawasaki dan suzuki hengkang karena sudah tidak bisa lagi bersaing. prakstis tinggal honda dan yamaha, ducati hanya sekali juara diantara dominasi ke 2 pabrikan tsb. Praktis akhir-akhir ini tiap tahun kalo ga yamaha dan honda, cuma beda rider saja yang menang. Bagi sebuah kompetisi itu tidak sehat dan cenderung monoton. Walo WSBK ga setenar moto GP di sini, tapi secara persaingan rider maupun pabrikan lebih kompetitif.

Kalo di GP si Honda tetap ngeyel gitu praktis balapan yang di depan tidak bisa di kejar, overtake pun otomatis jadi sedikit. Sedangkan waktu terjadi overtake yang liat pun jadi gemes, ini tidak terjadi di GP era modern. Mungkin itu yang ingin di kembalikan oleh Dorna. race yang kompetitif tiap tim, race yang menarik =rating tinggi, peluang pabrikan lain untuk ikut,

63. faned - 24 February, 2014

Do’a saya cuma 1, Kembalikan era 500cc 2TAk. dulu kalau liha Doohan, Crivile, Biagi Dkk keluar tikungan mesti sliding n goyang dombret,. berharap2 cemas moga gak jatoh,. seruuuuuuu, sekarang biasa aja nonton MotoGP :O

64. Dide Irvin - 24 February, 2014

opini ane

kalo semua tim bisa memakai banyak mesin sepertinya bukan masalah wak haji, toh dulu kan juga semua tim bisa pake 12 mesin “kalo gak salah” sebelum diturunkan ke 9, lalu ke 6 dan sekarang harus 5 mesin 1 musim

dengan pemakaian mesin yg lebih banyak bukan berarti akan lebih mahal wak haji, contohnya tim CRT tahun lalu

malah dengan pembatasan jumlah mesin, bisa jadi akan lebih mahal karena tim harus menyiasati dengan pemakaian part yg lebih kuat dan awet dan pastinya lebih mahal

dalam pemakaian 12 mesin juga bukan berarti harus menyiapkan mesin sejumlah 12 unit, dengan 6 unit mesin saja juga bisa, cukup mengganti piston dan silinder di mesin yg sudah dipakai, sama dengan punya 1 mesin baru, karena yg disegel dan gak boleh di utak-atik itu adalah bagian silindernya ke atas

dan dari pada pengembangan sektor mekanikal, justru yg lebih mahal itu adalah pengembangan sektor elektronik yg lebih memberatkan tim privater

………………………
ane setuju dengan Dorna asal regulasi yg baru bisa membawa lebih banyak pabrikan untuk ikut MotoGP lagi, jadi bukan yg 3 itu itu aja

http://olahraga.kompas.com/read/2012/06/26/22383939/BMW.Honda.dan.Yamaha.Membunuh.MotoGP

65. PAKAI OTAK BUKAN NYALI - 24 February, 2014

HRC tidak bisa lagi menemukan part yg bisa di Up-Grade selain ECU ???

KONYOL khan !!

budi - 24 February, 2014

kan sampe 2016 bsok spek mesin msh 1000cc jd perubahan untuk menutupi kekurangan taun sblumnya ..
skrg dgn mesin yg d btasi n bbm d kurangi upgradenya di software ecu..
ECU skrg di motor masspro juga byk d pake, jadi sante aja, pabrikan juga gmbar gmbornya teknologi motogp, ntar kalo gak ada riset n teknologi behenti yaa brarti gak laku donk pabrikan yg iklannya teknologi motogp ???
itu pemikiran realistis aj soalnya di indo pabrikan H sm Y iklannya gtu

wah - 24 February, 2014

bukan begitu yg ditakuti itu ada
one merk ecu
one merk rem,knalpot,rantai,casis,dlll,,,lalu kemana improvnya
bosannnn

tipsaneh - 24 February, 2014

betul juga.

66. TheStealthman - 24 February, 2014

Agak dilema, Kalo Honda menentang penggunaan ECU std Dorna itu karena Honda punya ECU sendiri, sedangkan Yamaha, Ducati dan beberapa tim menggunakan Magneti Marelli. Dorna Menggunakan Magneti Marelli ini karena ECU ini ECU aftermarket tercanggih selain milik pabrikan. Yamaha dan beberpa tim lain gk protes penggunaan ECU std ya wajar, coz mereka sudah kenal dengan sistem kerja dari Magneti Mareli Dorna walau fiturnya gk secanggih ECu yang di pakai sebelumnya.

Mungkin (menurut saya) biarlah tim pabrikan berkreasi dengan teknologi yang mereka punya sehingga bisa terus melahirkan teknologi baru termasuk ECU. Namun harus ada batasan seperti kapasitas tangki. limiter RPM yg lebih rendah, mesin yang lebih sedikit, Trottle body yang lebih kecil, bobot motor dll

Untuk tim Open Class nah disini tempatnya part STD seperti ECU dan lainnya seperti bobot lebih ringan, BBM lebih banyak, RPM bisa lebih tinggi agar performa bisa seimbang..
😀

67. TheStealthman - 24 February, 2014

Agak dilema, Kalo Honda menentang penggunaan ECU std Dorna itu karena Honda punya ECU sendiri, sedangkan Yamaha, Ducati dan beberapa tim menggunakan Magneti Marelli. Dorna Menggunakan Magneti Marelli ini karena ECU ini ECU aftermarket tercanggih selain milik pabrikan. Yamaha dan beberpa tim lain gk protes penggunaan ECU std ya wajar, coz mereka sudah kenal dengan sistem kerja dari Magneti Mareli Dorna walau fiturnya gk secanggih ECu yang di pakai sebelumnya.

Mungkin (menurut saya) biarlah tim pabrikan berkreasi dengan teknologi yang mereka punya sehingga bisa terus melahirkan teknologi baru termasuk ECU. Namun harus ada batasan seperti kapasitas tangki. limiter RPM yg lebih rendah, mesin yang lebih sedikit, Trottle body yang lebih kecil, bobot motor dll

Untuk tim Open Class nah disini tempatnya part STD seperti ECU dan lainnya seperti bobot lebih ringan, BBM lebih banyak, RPM bisa lebih tinggi agar performa bisa seimbang..
😀

68. smartfaiz - 24 February, 2014

andaikan ada stasiun TV lokal yang menayangkan SBK

jaos_konsumen biasa - 24 February, 2014

Maka….fbh pun mulai pinter.
😆

69. jaos_konsumen biasa - 24 February, 2014

Opini sy justru bikin seru….krn ada faktor dana riset yg sedang di’rata’kan….dan salah satunya melalui ecu standard dorna.

Kalo mau motogp seru….dorna HARUS mulai TIDAK mendengarkan hnd. Ketik doi mendengarkan hnd….step by step motogp mengalami kemunduran sisi entertainment. Dan teknologi yg dikembangkan di mtgp udah terlalu jauh melampaui tech.r2 yg ada di race2 non motogp maupun yg produksi.
Dan tidak semua akan terpakai…apalagi sekarang bahkan penjualan moge merosot drastis krn ekonomi turun. Jd nanti la ada waktunya…sedikit2 aja la…biar seru.

ingat berkeringat itu menyenangkan…..jd faktor manusia (*rider) tetap utama….maka itu tontonan yg menarik sekali.

70. RPMspeed - 24 February, 2014
71. Montor - 24 February, 2014

Tahun 2016 pembalapnya diseragamkaTahun 2016 pembalapnya diseragamkaTahun 2016 pembalapnya diseragamkaTahun 2016 pembalapnya diseragamkan, hehehe…

72. mantan kacung - 24 February, 2014

Okelah, dadi murah pancen, tapi durung seseru era GP500/MotoGP 4-tak awal seng 990 cc.. Padahal mung kacek 10 cc tok karo seng saiki.. Terlalu banyak peranan perangkat elektronik yang membuat rider dengan mudahnya mengendalikan motor.. Coba saja elektronik disunat habis-habisan atau ditiadakan sekalian.. Pasti rider berjuang lebih keras menaklukkan si kuda besi. Bisa jadi gaya ‘rear-wheel steering’ ala Garry McCoy njedul meneh.. Saya berharap itu kedadeyan tenan.

73. B070NK - 24 February, 2014

Mantabs Buka Sitik Jozz Gandozz

74. ZHOEXYNO - 24 February, 2014

mengenai kekuatan open class terlalu dini di gaungkan……nanti aja deh kalau 6 balapan pernah naik podium baru…..itu aja baru ujui coba……..kok pada panik….tho….masak open class baru aja ….kok pada repot….

75. stoner27 - 24 February, 2014

enggaklah.. lihat aja tim2 Open yang lain.. semuanya keteteran dibelakang..

ini si Aleix Espargaronya aja yang GILA…

76. cicak kreatip.com - 24 February, 2014
77. ari - 24 February, 2014
78. pandahitam - 24 February, 2014
79. sarindil - 24 February, 2014

Andai ada FFA versi motoGP….
Biar tambah seruuuu……………..

80. tamtam - 24 February, 2014

yaudah kalo HRC prioritas cuman riset ,bukan kompetisi, ya mending sewa sirkuit yg dipake motogp, trus bikin tuh lap record, bandingin sama lap record motogp, trus pecahin lagi lap record yg telah dibikin, pecahin dan pecahin lagi sampe 1 detik per lap hahahaha .

krn klo cuman pertimbangan 1 tim saja, yg namanya kompetisi pasti ndak akan jalan, pikirin juga tim yang lain,pikirin untung rugi yg bikin gelaran (dorna) ,dan pikirin animo penonton.

81. maculmania - 24 February, 2014

gossipnya dulu 500CC pindah ke 4 tak karena desakan Hon bukan?

82. daniedoank - 24 February, 2014
83. dwiphe - 24 February, 2014

Dulu bnyak yg bilang motor Yamaha boros 1musim pake 5jatah mesin…
Sekrng ada yg bilang Aleix pake Mesin bekas Lorenzo …
Apa ga gila tuh di pake total jadi 2musim balap….
Bearti tuh mesin awet dan ga gmpng rusak dunk…..😀

PAKAI OTAK BUKAN NYALI - 25 February, 2014

yg bilang cuma FBH oon
faktanya mskipun pakai mesin bekas tapi bisa juara seri lebih banyak.

84. warungasep - 25 February, 2014
85. inot - 25 February, 2014

sebenernya yang bedain MOTOGP ama SBK yaa risetnya…
klo riset entah ECU ato apanya gak boleh yaaaaa gak usah ada MOTOGP…

MOTOGP kan emang motor prototype laa klo teknologi disunat??? yaaa balik ke jaman jebooottt ae…
mau majuu koq dimundurin…

I - 26 February, 2014

klo jarak antara motor factory ama open terlalu jauh, mending nonton pawai motor aj bro…g ada salip salipan..g seru…lagian g disunat kok..klo mau riset y riset aj…trus pake di 2014 segel….klo ada pengembangan, y riset aj lg…trus pake di 2015 segel…klo tim open dana tipis bro, walaupun riset di bebasin sepanjang 1 musim, g akan seheboh factory…na klo factory sepanjang 1 musim dibebasin…na semakin jauh ketinggalan lah tim opennya, la dananya itu loh yg g kuatin…he..e..

86. Ilham - 25 February, 2014

Bah Aneh… Ribut2 “kalo motogp pke ecu Magneti gakan seru.. motogp ntar bukan puncak pengembangan sepeda motor lg dan bla bla bla”

Menurut ane mah gk penting2 amat tuh yg katanya “puncak pengembangan teknologi motor”,, orang teknologinya aja gakan kerasa buat orang Indonesia dalam waktu dekat.. Kecuali ente2 pada pake R1 ato cbr1000 lansiran 2013 minimal.. trus tiap taun ganti motor dengan model yang lebih baru…

Orang penggunaan ECU / injection di motor2 murah aja baru jamak beberapa tahun terakhir.. Penggunaaan ABS aja masih terbatas di motor2 “mahal”..

Yang penting buat ane mah MotoGpnya seru.. Maklum ane mah cuma bisa nonton bukan sembalap euy!!

87. Roy (Sempak Operpret) - 25 February, 2014

itulah kenapa era 2 tak di gemari. soalnya dulu tim satelit bisa ngepretin tim pabrikan. kalo era DOHC sekarang ya syusyah…

88. destabilise01 - 26 February, 2014

wak haji numpang koment serius ( biasanya banyol )
opini saya pribadi ada 2 hal.
yang pertama soal riset & sewa..
contoh
riset : ibarat kita pelajar, kita terus belajar supaya dapat ilmu & tanpa pernah berhenti supaya daya pikir bisa lebih luas.. tidak ada orang pintar berhenti belajar
sewa :ibarat sales yg sampe mati sekalipun gajinya gak bisa di atas supervisor karna sales.red kastanya di bawah supervisor & sampe mati tetep di bawahnya….

PAKAI OTAK BUKAN NYALI - 26 February, 2014

PENGALAMAN PRIBADI SEBAGAI SALES OON

89. I - 26 February, 2014

jelas honda ancam cabut lah, bs di lihat dr balapan WSBK dan Moto 3, dmn dana riset rata rata sama dan tidak semahal motogp….honda g se super di moto gp bro, bahkan di WSBK dan Moto 3 2013, 5 besar pun g masuk…yg pegang di WSBK Kawasaki….di moto 3 KTM…di moto 3 lebih maluin lg..kalah sama Mahindra motor nya Miguel Oliveira yg nangkring di pos 6

90. andarto - 26 February, 2014

honda mmg takut tersaingi secara settingan dan oprekan.
beda dg yamaha yg memiliki teknologi lambaian maut agar aman posisinya.

91. Ini Alasan HRC Nggak suka Keputusan Ducati Pilih Open Class | tmcblog.com - 5 March, 2014

Sorry comments are closed for this entry

%d bloggers like this: