jump to navigation

Penjelasan Pak Polisi Bratasena mengenai Tilang Knalpot racing 21 April, 2014

Posted by Taufik in Blogging activity.
Tags: ,
trackback

460x110_april

460x110

bratasena

Bro sekalian, ini adalah bahasan lanjutan dari tarik ulur masalah knalpot racing yang ditilang polisi berdasarkan delik Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Jika pada artikel artikel sebelumnya sudut pandang kita adalah pada masalah ambang batas suara (desibel) yang di hasilkan oleh Knalpot . . . namun melalui blog pribadinya seorang anggota polisi Pak I Gede Nyoman Bratasena menjelaskan bahwa ternyata bukan hanya delik tersebut yang menjadi bekal pak Polisi menilang pengguna Knalpot Racing . . . so delik apaan dong?

banner-440x100px

banner-460feb14

ini deliknya mas bro . . . yakni  Pasal 285 UU Lalu Lintas yang menyebutkan:

” Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) “

untuk selanjutnya Pak Bratasena memberikan lanjutan penjelasan bahwa :

Kata kuncinya adalah “tidak memenuhi persyaratan teknis”.  syarat teknis tersebut yang dibuat oleh Kementerian Perhubungan. Sebelum Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) memasarkan produknya di Indonesia, mereka minta izin dulu ke Kementerian Perhubungan ( dan kementrian perindustrian melalui TPT – tambahan tmcblog ) untuk dicek mengenai syarat teknis yang berlaku di Indonesia. Jika lolos syarat teknis dan kelaikan jalan, maka kendaraan tersebut bisa dipasarkan di Indonesia.
 
Sebenarnya kita (polisi) fokus dengan knalpot yang berisik, namun untuk keseragaman akhirnya polisi akan menindak/menilang semua jenis knalpot yang TIDAK STANDAR. Knalpot yang dijual di toko-toko variasi belum memiliki surat lulus uji persyaratan teknis dari Dinas Perhubungan.

Untuk ditambahkan mungkin untuk masalah Knalpot dalam bentuk Part aftermarket lebih tanggung jawab dan wewenang kementrian Perindustrian mungkin dengan dengan model standarisasi SNI, dari standarisasi SNI tersebut kementrian perhubungan bisa punya andil menentukan parameter kelulusan dan kelayakan dari part aftermarket (knalpot non standar) tersebut  . . . artinya jika sudah masuk ke standarisasi SNI harusnya Knalpot tersebut sudah laik jalan . . . nah jadi begitu mas bro . . . so jika di jalan masbro pakai knalpot racing dengan db killer tapi tetap kena tilang, bisa jadi Klausul delik hukunyya adalah Pasal 285 UU Lalu Lintas . . . oke semoga memebrikan pencerahan

Taufik of BuitenZorg

sumber gambar dan konten

http://www.pelayanmasyarakat.blogspot.com/

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4ebb3d9e5f7a3/ditilang-karena-knalpot-motor-tidak-standar

Comments

1. ipanase - 21 April, 2014

nyimak

Mas Wiro - 21 April, 2014
bikerlover250 - 21 April, 2014

mesti sni pa

bikerlover250 - 21 April, 2014

uu nya aja yg diganti pa???!!!

monkeymotoblog - 21 April, 2014
ipanase - 21 April, 2014

beng2

devi kurniawan - 21 April, 2014

wah kok dilempar lagi….
amannya setiap pembelian produk disertai bukti sertifikasi atau semacamnya, dibawa ke mana2 selain STNK & SIM, klo pas dicegat tunjukin dah….

sekalian nitip jemuran😛
Honda VTR250 (redesigned)
http://devmoto.blogspot.com/2014/04/honda-vtr250-naked-concept_21.html

bakso urat - 21 April, 2014

nah gini kan lebih asik… jadi gak bersuudzon ketika ditilang….

wdw - 21 April, 2014

Hapus dan hukum pemakai knalpot racing. Nyusahin orang, ngebut kagak, berisik iya!

masshar2000 - 21 April, 2014
tsaqifabu - 21 April, 2014

wak, kalau semisal part ori dari motor dengan beda merek kena tilang ga? misal knalpot ninja 250 di pasang di tiger.

Stonecold - 22 April, 2014

Alah…alah..polisi kerjanya bisanya cuman gitu doang.. Nilang..nilang…nilang dan nilang… Giliran ada orang kecelakaan lalu lintas, pada cuek-cuek aje…. Giliran nilang aje napsu kaya nangkep maling mentang2 mau dapat duit “malak”.. Polisi sekarang perutnya kebanyakan gendut2..soalnya kerjanya CUMA TUKANG TILANG… Bullshit…

2. orong-orong - 21 April, 2014
3. gaaralovers - 21 April, 2014

Sip!

4. ipanase - 21 April, 2014

kalau ada suratnya dan laik berarti aman ya bang haji? nunggu surat sakti ah…
http://pertamax7.com/2014/03/15/suzuki-satria-f-selamanya-akan-pakai-karburator-bagaimana-satria-f-injeksi/

5. ipanase - 21 April, 2014

sudah sni berarti aman tilang ya bang haji? jangan lupa DB killer, namun tidak semua pak polisi open mind

ojobkuayutursolehatporakolod - 21 April, 2014

hahaha…karepe nyalahke pak pulis ya?…..ini yg salah itu produsen knalpot & konsumennya masbro …..kok tendensius bkin pernyataan “tidak semua pak polisi open mind”

mestinya….”tdk semua produsen & konsumen knalpot racing itu open mind & ngerti aturan dan tata krama”

ipanase - 21 April, 2014

lho bukan gitu om, kalau memang sni sudah dijamin, bisa jadi pak polsi belum ngerti regulas i itu

Stonecold - 22 April, 2014

“Sebenarnya kita (polisi) fokus dengan knalpot yang berisik, namun untuk keseragaman akhirnya polisi akan menindak/menilang semua jenis knalpot yang TIDAK STANDAR”..bilang aja ini mau dipake alasan buat malak nyari duit…Hahaha..peraturan ini sungguh sangat lucu…ginian diurusin, tuh Maling-Maling motor masih pada berkeliaran.. Polisi kerjanya ngapain aja tiap hari?? Apakah cuma jadi TUKANG TILANG ???? Oh..Indonesia..kapan kau bisa maju???

6. Iwanbanaran - 21 April, 2014

10 besarrrrr

█▓▒░H░Aa░R░1░5░▒▓█ - 21 April, 2014

Disinyalir lek Syaiful Jamil gada kegiatan, malah ikutan nyari pertamax di marih,,😄
Piss,,,,😀

tnr - 22 April, 2014

hhaha, lek iwan disini😀

7. Iwanbanaran - 21 April, 2014

Malah podium ki:mrgreen:

sodiqcho - 21 April, 2014

Podium opo tangga darurat kang? Ko akeh men

Dian - 21 April, 2014

iki lagi kesambel po😀

8. siapa bukan sih - 21 April, 2014

owhhh jadi gitu ya mas…

9. █▓▒░H░Aa░R░1░5░▒▓█ - 21 April, 2014

Berarti logo SNI nya yg pnting ya wak?

10. yamaha - 21 April, 2014

apalagi kena perda…..didaerah saya ada perda yg larang sendalpot resing….:(

11. riza - 21 April, 2014

akan banyak sekali yang kena tilang kalau patokannya SNI kang…mulai dari spion modifikasi, footpeg, lampu, sein, bodykit, velg, ban…ya wis, ga usah di modif blas sekalian dong kang😀

Taufik - 21 April, 2014

yap seperti itu mas bro kalo menganut delik yang itu😀

ojobkuayutursolehatporakolod - 21 April, 2014

intinya, jadi biker itu yg ngerti aturan dan tatakrama …..jgn cm modal duit & sok nampang pake motor modifan …..

terjadi galat - 21 April, 2014

Semua motor kl standar ya ga bisa jalan, malah bikin penyakit kl standar samping lupa di angkat. 🙂
Kalo mau racing-racingan di sirkuit lebih pas.

12. Iwanbanaran - 21 April, 2014

Jiahhhh…meleset

Taufik - 21 April, 2014

wakakakakak😀

rayap aspal - 21 April, 2014

lek iwb bisa merasakan betapa sulitnya podium.hahaha

Iwanbanaran - 21 April, 2014

Sistem error tuh. Mosok awalnya nomer 3 jadi melorot keenam..
* Mencoba ngeles:mrgreen:

█▓▒░H░Aa░R░1░5░▒▓█ - 21 April, 2014

Ini warung wak haji, apalagi warung lek iwan yg jumlah komengtatornya kya pasar tumpah itu,, jauh lbih sulit

coa - 21 April, 2014

wealah ko malah jajan di sini???
itu warung siapa yang jaga???

masshar2000 - 21 April, 2014
13. ipanase - 21 April, 2014

K : knalpotku sudah sni lho…….
P : sni itu apa?

Archi - 21 April, 2014

Ikan poro bibi

14. maztem - 21 April, 2014

jadi intinya SNI ya?

15. margondeng - 21 April, 2014

weh harus buru2 ganti knalpot standar lagi nih😦

16. cak lontong - 21 April, 2014

hmmm menarik…..
salam lemper

17. rayap aspal - 21 April, 2014

oh begono

18. madbejo - 21 April, 2014

Ok…mksh, wak haji….dd paham aku siki!!

19. namharira - 21 April, 2014

wah harus di TPT kan dong wak tuh si SAKURA

20. Achmad Sya'roni F - 21 April, 2014

belum punya desibel meter kok menindak knalpot berisik.
http://achmadsyaroni.wordpress.com/2014/04/21/apa-kabar-program-pemasangan-rfid/

21. fb wong deso - 21 April, 2014

cuma akal2an polisi.
Temen saya semuay lengkap, ,cuma ga pake tu2p pentil aja SIM nya diambil, ,suruh tebus ke kantor. Sowek sisan ngono

AL - 21 April, 2014

OKNUM lebih tepatnya #apa bedanya ..ehh🙂

Stonecold - 22 April, 2014

Yap betul itu…cuma AKAL-AKALAN polisi doang..biasalaaaaaaa modusnya gitu biar ada “duit damai”

22. Kobayogas - 21 April, 2014

Puyeng ah..ngurusin ecek2 gajah di pelupuk mata gak keliatan

http://kobayogas.com/2014/04/21/sepatu-puma-trionfo-mid-pro/

Kobayogas - 21 April, 2014
ojobkuayutursolehatporakolod - 21 April, 2014

masing2 pihak punya kesalahan…..ini posting ttg knalpot berisik …..kok larinya ke hal lain bro?
mending introspeksi aj klo jadi blogger …..jangan2 punya teman nongkrong yg motornya ga standar ya ? contoh: N250 lepas spakbor belakang&lampu sein trus pasang nopol di bawah jok ….heheheheee…

Stonecold - 22 April, 2014

“ojobkuayutursolehatporakolod”..
komentarmu tak sejelas namamu..

23. yudijmc7 - 21 April, 2014

berarti kalau pakai knalpot aftermarket harus ada embos SNI nya nich biar aman

24. dave - 21 April, 2014

jadi harus ada emboss SNI gt?

25. Sinaga17 - 21 April, 2014
26. kuda besi liar - 21 April, 2014

loalah ban wes tipis y ora d olehi thoo??.. wes g duwe duit gawe tuku malah kenek tilang..

27. Iwanbanaran - 21 April, 2014

Intinya…mau pakai DB killer sampe dower kalo bentuknya model freeflow, yakinlah ketemu petugas kaku…..pasti ditilang. Kecuali knalpotnya disarungin biar ngk kelihatan bentuknya:mrgreen:

Ferboes Richardson - 21 April, 2014

waahh… dapet tips and trick dari master nihh… hehehehe
http://ferboesrichardson.wordpress.com/2014/04/19/berhati-hatilah-saat-memancing/

█▓▒░H░Aa░R░1░5░▒▓█ - 21 April, 2014

Ajaib juga UU kita

strumer8 - 21 April, 2014

intinya, selama wujudnya masih knalpot standar mau kebisingannya nyampe 180dB tu ga papa ya kang #kabursik…..

28. 0yoo - 21 April, 2014

wah muffler aftermarket tipe silent jg kena pasal 285 dong?

29. Jon_Koplo - 21 April, 2014

Mumet, standar ae lahhh, golek aman

30. rizky iklil aldino - 21 April, 2014

Kerjo ora jane ki,,ko komeng wae,,hahaha

31. Roy (Sempak Operpret) - 21 April, 2014

yang penting gak berisik wak aji ketika kejadian. kalo berisik ya langsung kena di tilang. biar kata racing tapi suaranya membaur dengan deru knalpot lain nya sukur2 ada metromini knalpot brong sih saya yakin aman…

32. jonjon - 21 April, 2014

MOTOR AINK KUMAHA AINK..:P hahahahaa…

33. fb wong deso - 21 April, 2014

brarti xlo ga pake knalpot sama sekali. . Brarti aman donk wak hji.

34. paijo - 21 April, 2014

Ribeeettt…mest pulisi ra tau salah..mending standar wae lahh…dr pd setor

35. Lovemotobike - 21 April, 2014

wah, besok2 kalo pake tutup pentil racing juga bisa ditilang donk ya, belum sni😆

—————————————————————————-
CBR 250 dual Headlamp, performa meningkat…tapi sia-sia doank kalo ga di CKD dimari

http://lovemotobike.com/2014/04/21/cbr-250-dual-headlamp-power-naik-jadi-2855-hp-konsumsi-bbm-tembus-50-kml-semuanya-sia-sia-kalau-ga-di-ckd-in/

36. dodol - 21 April, 2014

namanya juga DELIK.. (baca: sembunyi), hap lalu ditangkap..

unt R15 special edition kan cuman 5 yah yg pake sakura? itu hadiah, ga usah mbahas polisi segala, perkara mau dijual lagi sama yg empunya trus buat beli R15 standar or motornya buat pajangan or motornya buat dijalan n ketangkep polisi mah terserah yg pake.

perkara pembeli sakura garansi nya aman-aman saja ya hadiah.. ga usah bahas polisi segala.. resiko tanggung sendiri lah.. udah jelas pake knalpot racing ya trima aja klo di tilang, klo ga mau ditilang ya motornya ga usah pake sakura, or buat sirkuit or di pajang aja dirumah

wuzzz_wuzzzz - 21 April, 2014

Kok sewot, situ polisi ya?

G_DHA - 21 April, 2014

hooh…..dodol juga….

Stonecold - 22 April, 2014

Wkwkwkwkwkwkwk….kocak

37. touringrider - 21 April, 2014

Nah tuh…

38. ad - 21 April, 2014

Kalo snalpot standart tapi korekan kang gimana? Kan sama aja berisiknya.

39. dony - 21 April, 2014

terus para oknum pemerintah bisa minta angpao kepada produsen part lokal gitu yah…supaya produk nya bs dilulusin SNI

40. fb wong deso - 21 April, 2014

kata kang iwan . . Knalpoty disarungin. Skalian ja polisiy dikarungin biar ga liat

41. ramadanisite - 21 April, 2014

Pasrah..

42. Joni - 21 April, 2014

gak ada bocoran body R25 wak??

43. Choi Woo Young - 21 April, 2014

polisi ambil angpao dari r9 dong biar usernya gk ditilang

44. Ferboes Richardson - 21 April, 2014

lalu bagaimana dengan r15 SE yg dari sellernya di kasih knalpot racing sakura wak? aman a
pa gak tuh?

45. ken39 - 21 April, 2014

hehehe, ya begitulah.

titip jemuran ae kang
http://radhityaken.wordpress.com/2014/04/21/ternate/

46. aripitstop - 21 April, 2014
47. Sanghyangasmara - 21 April, 2014

Srba slh y….

48. tdn - 21 April, 2014

wahhhh, kalo gak boleh pake knalpot racing sayang dong yang punya motor dua silinder, jadi gak kedengeran suaranya yang wueerrr…..wueerrrrr

49. O=O - 21 April, 2014

walaupun bagaimana, namane preman wereng coklat y kyak gt, kan selogan udah diganti dri pengayom masyarakat jd pengayom sampah so = pungli dijalanan

50. kang onar - 21 April, 2014

kalo sudah berurusan dengan OKNUM p*****,yang perkara mudah malah tambah ruwet,diperpanjang supaya tidak cepat selesai . . .
kalo mau cepet. . . .WANI PIRO heh?

51. red casey - 21 April, 2014

Makin ora jelas aturane

52. papaeimo - 21 April, 2014

Kalo ditilang minta polisinya copot di tempat aja knalpotnya… selebihnya kita pakai motornya nggak pake knalpot….hihihi

r6 - 21 April, 2014

yo snalpote seh panas om….. bisa ngoloyom tu tangan wkwkwkwk
atau sekalian ga usah pake snalpot itu lebih salah

53. 0yoo - 21 April, 2014

percuma bikin aturan knalpot racing kl ga ada kebijakan utk pengusaha knalpot, berapa nilai standar desibel yg sesuai regulasi dan SNI biar knalpot aftermarket dipasaran tdk lg dipermasalahkan..

54. Baby Cheetah - 21 April, 2014

Kagak ada tutup pentil aja bisa ditilang😀
.
Opo ora edan?😀
.
Polisi jawa gk separah polisi sumatra… Apalagi daerah palembang dan lampung…
Pokok’e Podo koyok preman berseragam…

lingkaran - 21 April, 2014

preman halus bro hehehehehe

55. devmcry - 21 April, 2014

kalo dah kepepet polisi bisa melakukan apa saja toh, bukan maksud jelekin polisi ya? jangankan knalpot, bohlam lampu bening (tidak berwarna orange) untuk sein aja kena tilang 70 ribu, dll, bla,,,bla, bla,,, busyyyeeiit..!

lingkaran - 21 April, 2014

Jangan kate itu bro
pentil ilang aja kalo itu pak pol lagi laper banget juga bakalan dijadiin alasan buat tilang

Maap ye buat pak polusi
bukannya mau jelek2in tapi itu udah jadi rahasia umum
Tidak semua pak pol kyk gitu kok tapi ada oknum2 yang seperti itu

56. Johan Kristanto - 21 April, 2014

penjelasan ini bertentangan dengan penjelasan dari FB HUMAS MABES POLRI yang menyatakan bahwa pemakaian knalpot racing tidak apa” kalau pakai DB killer dong?? trus yang bener yang mana??

FB : https://www.facebook.com/DivHumasPolri

SOSIALISASI

STANDAR TINGKAT KEBISINGAN KNALPOT KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 7 tahun 2009 ttg Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru pada lampiran kedua, Setiap kendaraan bermotor tipe L (roda dua) yang ber CC kurang dari 175 CC standar kebisingannya 80 desibel. Sedangkan bagi motor yang ber CC lebih dari 175 CC standar kebisingannya 83 desibel.

Peraturan tersebut berlaku sejak 1 Juli 2013. Bagi knalpot pabrikan yang memiliki feature DB killer sehingga tidak melanggar ketentuan tersebut diatas maka tidak masalah.

Taufik - 22 April, 2014

Iyah untuk delik tersebut sudah kita diskusikan juga di artikel sebelumnya bro dan bahkan sudah saya screenshot peraturannya .. cek deh ke sana .. dan ini bukan penjelasan offficial polri. Tapi jawaban seorang polisi yg juga blogger yg mencoba mencari tahu kira kira kenapa polisi tetap menilang knalpot aftermarket walau db nya sudah sesuai aturan tsb🙂

57. r6 - 21 April, 2014

kalo ga gitu pak polis ga dapet ceperan browwwwwwwwwww jadi wajib di tilang wkwkwk

58. lingkaran - 21 April, 2014

Dengan demikian seharusnya knalpot aftermarket Sakura tidak kena tilang

Tapi sayangnya banyak (bukan semuanya ya) pak polisi yang seolah2 tidak peduli terhadap hal itu. Yang diliat cuma itu orang pake knalpot racing = berisik = tilang

Mau pake Db Killer sesenyam apapun juga bakalan kena

59. eiscell - 21 April, 2014

wuuuu wereng tenan ki…

mematikan usaha dan kreatifitas modifikator.

60. achmadarif - 21 April, 2014

INTINYA BIAR DAPUR TETEP NGEBUL (tetep bisa nilang biar bisa setor)

duit panas! silahkan dimakan duit panasnya!

61. Baby Cheetah - 21 April, 2014

Preman berseragam

62. milemotoblog - 21 April, 2014

standar aja cukup…. motor udah bisa jalan

monggo dicek lagi blog ini http://milemoto.wordpress.com/

63. macantua - 21 April, 2014

ah tetep aj ada ambang 90 DB jg bkl dtilang

macantua - 21 April, 2014
64. udin - 21 April, 2014

baru 1 bulanan ane kena tilang knapot.
ane bayar 50rb lolos ampe lintas 3 kota ::D

alasannya mirip yg d atas … harus lulus uji spektek katanya.

65. lingkaran - 21 April, 2014

Ane dapet rumor n katanya udah sering kali dibuktiin

Katanya kalo motor anak club yg genre sport
kalo ada razia, sering ga diberhentiin ya
bener ga sih

66. littlewawan - 21 April, 2014

merk knalpot apa yg sudah lulus sni?

67. sugiyantokenz - 21 April, 2014

harus meriset ulang nih bikin knalpot dengan switch kusus ketika ada polis kita switch ke suara senyap lewat dikit kita gedein lagi

kudo78dk - 21 April, 2014
68. calon lawyer - 21 April, 2014

Justru kalo dalam opini saya..(apabila nanti) ada standarisasi SNI ngga begitu pengaruh buat knalpot variasi. Karena yang dimaksud itu kan part standar pabrikanMau se sni apapun itu knalpot aftermarket tapi tidak,sesuai dengan ketentuan standar pabrikan yang dimaksud,tetep aja itu knalpot variasi adalah barang yang ilegal untuk dipakai di jalan raya. Kecuali ke depanya standarisasi pabrikan mengenai knalpot adalah knalpot bertype racing. Namun hal itu ngga akan terjadi menurut saya. Ngga mungkin ada pabrikan yang mau motornya ngga lulus uji type.

69. Bird on a wire - 21 April, 2014

ya DPR, ya kementrian, ya kepolisian, sama saja dungunya.. bikin peraturan suka bertele2. kalau pakai standar ambang batas decibel, yg pakai decibel aja. lalu utk apa pakai pasal ‘tdk memenuhi persyaratan tekhnis?’ sprti apa persisnya yg memenuhi kriteria tsb? apa cuma knalpot bawaaan pabrik yg memenuhi syarat? dengerin motor HD noh, suaranya bnr bikin budeg dan kl lewat kaya ada gempa.. ROFLMFAO!!

kodok disco - 21 April, 2014

ya kalau begitu Ente aja yg ngrangkep tugasnya jd anggota DPR, menteri ama polkisnya, kan situ pinter hehehehe, buat undang undang yang menurut ente bener dah, semau mau ente hehehe

70. monkeymotoblog - 21 April, 2014
71. kebo ijo - 21 April, 2014

stiap instansi pnya UU sndri, dn ktika d lapangan UU tsb saling brbenturan, yg jd korban ttep aj org kcil,.. liat aj yg pake moge,, malah suara menggelegar g kn da polis yg mnilang, malah polisnya ikut ngawal d depn krn da dwit…..

72. aku bukan pahlawan berwajah tampan, sayap ku pun terbakar... - 21 April, 2014

WERENG COKLAT emang setan bener!! gua pernah di pingpong di bekasi tuh, udah pas sidang stnk katanya gak ada, coba cari di pos rawa panjang, coba cari di pos bulak kapal, coba tanyaain lagi di tempat sidang, langsung ke belakang tempat sidang ternyata banyak yg nungguin langsung tanpa sidang, langsung gua tanya sama yg pakai seragam polisi, eh langsung ada lho barang nya. anjrit bayar gak seberapa tapi di pingpong nya yg bikin gudrek.

73. lexyleksono - 21 April, 2014

Knalpot moge khususnya harley berisiknya minta ampun gak ditilang malah dikawal..hayoo piye kalo gitu..?

74. nivikoko - 21 April, 2014
75. wuzzz_wuzzzz - 21 April, 2014

Kalo masalah gini polisi sigap, giliran motor kita dimaling sikapnya acuh tak acuh, malah minta duit ngetik laporan.. Haha..

Urusin maling” sama preman jalanan aja dongg.. Lebih meresahkan drpda part modifikasi jenis apapun, atau itu tuh anak” alay yg naek motor ugal”an

Lha pie bro” sekalian demo wae menuntut aturan yg jelas po? Haha..

aku bukan pahlawan berwajah tampan, sayap ku pun terbakar... - 21 April, 2014

WERENG COKLAT bener-bener TAI!!!

lapor motor hilang malah di tanya “motor kredit apa cash”?
cash pak, wah maaf saya gak bisa ngetik komputer, nunggu temen saya saja, polisi tai!!

76. Bonsai Biker - 21 April, 2014

multi tafsir ya wak

77. ari - 21 April, 2014

kalau knalpot sakura dah sni blm ya???

78. dexter - 21 April, 2014

Klo sudah masalah teknis lain cerita lagi bang klo menurut saya….g bakal ketemu ujungnya…
POSILI bilang sebenarnya fokus sama kenalpot yang berisik tapi blablaablaa….ini alasan aja, sebenarnya klo dibilang berisik memang iya…tapi kalo sampe ditilang juga, saya pasti bertanya ke polisi kalo berisik mmg kenapa…??tow tidak ada yang terganggu…klo ada yang terganggu dan melaporkan, baru saya rela ditilang…
hew.hewwww….

ambuzz - 21 April, 2014

postingan sampah kaw … knalpot racing itu memang mengganggu , cuman kaum mu saja yg beranggepan knalpot racing tidak ganggu org laen … anda bener2 alay

dexter - 21 April, 2014

Klo merasa terganggu lapor ke yg berwajib…
Kekekekekekek

rdx - 21 April, 2014

rata” knalpot racing suaranya berbaur dengan suara motor yg lain jd ga da yg terganggu,, kalau jalan pake motor di gang jam 2 malam sendirian iya itu baru terdengar bising kenalpotnya

79. Huaha - 21 April, 2014

UUD = Ujung Ujungnya Duit

80. s0erya - 21 April, 2014

di madiun aman… Blar blar..😀

81. Reza Rider Xeon - 21 April, 2014

Nyimak aja dah, yg penting knalpot racingnya ber Db-killer, supaya gak berisik2 amat, tpi knp kena’ hukuman juga ya…..

82. java135 - 21 April, 2014

untung ane ga demen ma knalpot racing..

83. haryudh4 - 21 April, 2014

Kalo begitu mah berarti ban non standar semisal ganti ban ukuran lebih besar, ban aslinya IRC diganti Battlax dll juga ditilang dong😀

Terus knalpot Sakura bawaan Yamaha gimana tuh?

84. Reza Rider Xeon - 21 April, 2014

Klo begitu knapa sebagian pabrikan knalpot racing, menanamkan db-killer di knalpot ya……. *aneh bener

85. naldhy_93 - 21 April, 2014

kalo UU lalu lintas di indonesia benar2 d.terapkan…
gak bakalan ad orang yang mau naik motor…
ban botak aja bisa d.tilang….
Klo mw protes yah sama yg biat UU bkan sma yang menegakan UU…

86. OYIL - 21 April, 2014

SAKURA harus daftar di Dinas Perhubungan biar lolos, tapi kalo kembalinya ke Pasal 285 UU Lalu Lintas, ya sama aja……

87. Bird on a wire - 21 April, 2014

@kodok disco
sy tls komen sesuka sy, ga nyinggung situ, knpa situ yg sewot.. atau ente anggota dewan, wakil dari kementrian atau kepolisian? hwahahaha..

88. motor batangan - 21 April, 2014

Lalu kalo moge gimana Kang? Secara feeling aja, bukan pake alat pengukur db, suaranya nyaring banget. Ga usah ngomongin pake full system lah ya, pake slip on aja nambah nyaring signifikan. Di pusat kota banyak tuh suka seliweran.
Maksudnya dah dari sananya mesin besar ya suara keras, jadi gimana donk? gpp? kalo emang bawaannya lewat 90 db gimana?

89. jae - 21 April, 2014

Stang motor sya ganti dgn yg bukan standar, jok juga sdh ganti, step underbon, lampu belakang, disc brake, sm double disc belakang, berarti kena semua tuh ya…karna gag ada sni nya,
wkwkwkwkwkwkwk

90. motor batangan - 21 April, 2014

Kalo gini bisa jadi proyekan oknum pihak berwenang.

Harus ada gerakan penyeragaman produk after market donk, biar konsumen aman mau make. produk after market mesti dijui semua sama pemerintah, klasifikasikan yg laik jalan. Jangan dicekek gini, buat peraturan yg tersirat melarang semua bentuk modifikasi, tapi ga kasih solusi. Suarakan!

91. jhen ninoi - 21 April, 2014

Pak polisi mah emang ga bisa dijadiin temen, ada aja alesannya buat nilang bikers…

92. Bang toyib - 21 April, 2014

Itulah preman berseragam (POLISI)
&
Oleh karna itulah kenapa polisi perutnya buncit soaalnya suka makan uang haram. ….Hahaaaduh…. keceplosan

93. Bias72 - 21 April, 2014

Makanya aku demen sama 2T…Brisik jane sich tapi lolos tilang ….. Josss

94. pengamat - 21 April, 2014

gimana kalo aparat yang kemaren tender nvl dibagiin knalpot sakura aja. pasti aman ngak kena tilang. hehehe

95. tukon pasar - 21 April, 2014

Multi tafsir itu,dan ga semua polis jawabannya ky bpk diatas itu. Knalpot yg udah uzur, secara bentuk memenuhi persyaratan teknis,tp klo udah bolong atau silencernya patah bakalan berisik ditilang atau ga ya?
Ditempat saya blm ada tilang knalpot. Tiap hari razia dibalik tikungan dan sasarannya hanya yg g punya sim/stnk saja, klo persyaratan teknis spt yg dibilang pak pol diatas ttp lolos tuh,kenyataannya ban cungkring,spido g ada, spion kecil dll g ditilang asal surat lengkap

96. oktavidya - 21 April, 2014

Mau dipakai apa sih motornya,pakai ganti knalpot racing segala?Mo ngebut?mau gaya-gayaan?…memang itu hak sampeyan…motor2 sampeyan, tapi jangan lupa di jalan ada hak orang lain juga.
Ngga enak masbro kalau denger knalpot berisik ditambah buangan angin yang nampar-nampar muka biker dibelakangnya.Kalau emang hasrat ngebutnya menggebu-gebu,monggo ke sirkuit aja.

97. pengamat - 21 April, 2014

:”PP” lingkungan hidup, mengenai ambang batas kebisingan motor 90 db. kekuatan hukumnya lebih rendah dibandingkan “UU” lalulintas pasal 285.
kalo biker punya suara sampaikan ke DPR RI untuk membuat aturan yang lebih detail mengenai modifikasi layak jalan kendaraan bermotor, kalo knalpot saya setuju dibatasi max 90 db aja…

98. Lovemotobike - 21 April, 2014

nitip lagi ya kang

——————————————————————————————-
perbedaan performa R15 pake ECU racing VS standar pabrikan (with video)

http://lovemotobike.com/2014/04/21/gambaran-performa-r15-menggunakan-racing-ecu-vs-standar-pabrikan-with-video/

99. anggora - 21 April, 2014

knalpotnya ditempeli tulisan SNI yg gede….. hehe

100. agi- aku rapopo - 21 April, 2014

kalo kerja polisi maksimal sih nda apa-apa lebih ketat dari itu juga nda apa-apa

101. irman - 21 April, 2014

kalau dari pandangan anak muda ini gak adil gan😦

102. paungaziz - 21 April, 2014

bulan kemaren ane kna tilang di bekasi gara2 pake knalpot Nob*, bsoknya ane pasangin db killer trus ane sengaja lewat tempat yg kmaren ane kna tilang…eh polisinya sih ngeyel mau nilang malah di tes segala motor ane (di geber ama pak polisi) tp alhamdulillah ane lolos gak tau kenapa polisinya tiba2 berubah pikiran

103. wdw - 21 April, 2014

Seharusnya sendalpot resing hanya boleh dipakai di sirkuit, bukan jalanan. Yng pake sendalpot resing bawaan pabrik pun harusnya dilarang. Pastinya sendalpot tsb gak lolos peraturan emisi udara, karena kataliknya di copot

104. wdw - 21 April, 2014

Yamaha sebagai produsen R15 harus ditegor kementerian perindustrian, karena ngasih sendalpot sakura resing untuk pemakaian harian

sukou - 21 April, 2014

trus klo qt pke knalpot racing yg sudh Standar SNI trus msih ttep kna tilang gmna, kn nmanya jg polisi kdang2 pnya 1000 alasan utk tetap menilang, krn kebnyakan polisi tdk membawa alat utk tes batas ambang suara db nya jd klo ngliat knalpot rcing pdhl suaranya msih 90db lngsung aj main, dn klo qt mnolak ditilang mlah bsa dmprat dn dthan motornya…pakah kmntrian lingkungan hdup bsa mnjamin klo knalpot racing standar sni gk bkal kna tilang,.??!!

105. muh putra - 21 April, 2014

lah terus knalpot sakura yg buat motor yamaha.??

106. wen - 21 April, 2014

trus klw knalpot racing yg ada sni nya .. gk berhak di tilang. gitu maz ?

107. ronizh - 21 April, 2014

beginilah di kita bro,, setuju sama komen di atas jangan nyalahin orang lain,, dari tahun 1998 naik bebek, matic skrg trail ga pernah tuh kena tilang, rute sumedang, bogor, bandung, subang, purwakarta, karawang aman aman wae,, petugas juga moal ujug2 nilang sob,
soal tutup pentil, ga perlu dijelasin biar wak haji kasih pencerahan,,

108. HOAM - 21 April, 2014

yowesss lahh, ga seru klo gtu pke motor, mosok iya part2 motor harus semuanya SNI, Yoooo G seru

* kata penjual variasi motor *

109. badak - 21 April, 2014

pretttt
dtempatku anak club ninja malah sengaja geber2 didepan pospol nggak diapaapain tuh ma korps wereng

110. Mas Jokokarta - 21 April, 2014

sekarang masalahnya Standar Nasional Indonesia (SNI) sudah diakui Dunia belom?? minimal organisasi produsen kendaraan bermotor dunia?? jangan-jangan???

111. Mas Jokokarta - 21 April, 2014

paling bentar lagi juga banyak produk knalpot betuliskan SNI!! apa susahnya sih?? polisi disegani karena dedikasinya! bukan karena tukang nilang!! perlakukan masyarakat sebagai warga negara yang perlu anda layani!! bukan sebagai penjahat, jangan model pukul rata!! beli alat pengukur kebisingan!! kere ojo selamanya jadi kere!!

112. zuma - 21 April, 2014

SNI seratus juta

113. tahu - 21 April, 2014

yang dimaksud ‘persyaratan teknis’ pd pasal 285 sebenarnya sudah disebutkan diantaranya yaitu spion, klakson, lampu utama, lampu rem, dlsb artinya pasal ini mewajibkan motor mempunyai kelengkapan-kelengkapan tersebut. pasal ini tidak menyebutkan bahwa knalpot harus standar atau tidak, spion harus bulat, lonjong atau kotak. selama kelengkapan yg disebutkan pada ps 285 ada, petugas tidak bisa menggunakan delik ini utk menilang knalpot racing. coba di cermati lagi deh……

Mas Jokokarta - 21 April, 2014

cerdas!! saya suka………..

114. DALIH POLISI DALAM MENILANG KNALPOT RACING | RODEX1313 - 21 April, 2014
115. belumjelas - 21 April, 2014

Mas, berati kenalpot sakura udh pasti SNI Dong? Dan aman dibawa kemana2.Soalnya tu kenalpot aja di jual dideler yamaha mas??

116. jonih - 21 April, 2014

wdw – April 21, 2014

Hapus dan hukum pemakai knalpot racing. Nyusahin orang, ngebut kagak, berisik iya!

———————————————————————————

Saya suka komentar ini

117. wewBUU - 21 April, 2014

saya pernah punya pengalaman akan hal ini.

kemudian saya tanya kepada pak polisi, itu motor polisi sudah laik jalan belum, saya minta hasil uji teknis motor polisi itu sebelum menilang saya.

karena tidak bisa menunjukkan hasil uji teknis motornya, maka pak polisi nggak jadi nilang

118. hSuwitra - 21 April, 2014

Gak semua knalpot racing itu brisik loh. Sekarang gini deh, sapa sih yg gak tau knalpot after market yoshimura dan akrapovic? Terkenal krn suaranya yg ngebass bulet tp adem dan gak brisik. Coba kalo dibandingin sama knalpot std HD yg gak di gas aja bikin darah tinggi dengernya. Bahkan akra tanpa db killer aja suaranya masih lebih adem kemana2. Kalian masih punya telinga kan? Coba deh jejerin ninja 250 pake akra sama harley mana yg lbh besar suaranya? Masa knalpot tidak standar tp gak brisik ditilang sementara knalpot std tp brisik gak ditilang? Yaelah brooo…mikir

mufidar - 21 April, 2014

CCnya aja beda bro -_-
ninja cuman 125cc per silinder, HD minimal 500cc per silinder

119. Mat Solar - 21 April, 2014

Saya sangat setuju dengan tindakan Polisi ini,intinya semua part yang tidak asli bawaan pabrikan akan ditilang. Makanya sebagai biker harus yang wajar-wajar saja,tidak usah bergaya dengan knalpot racing lah,kalau mau pakai knalpot racing itu di sirkuit,bukan dijalan umum.

120. motobikerz - 21 April, 2014

Mau tau apa bedanya Ban Bias vs Ban Radial pada ban bus penumpang? http://stephenlangitan.com/archives/87086

121. Archi - 21 April, 2014

Di bali knalpot resing merajalela wak, tapi nyantai aja tuh. Klx, ninja, vixion sama byson hampir65% pake knalpot resing

122. SOHC LOYO - 21 April, 2014

pokoknya ditilang mas..

“kalo mau ngeyel,silahkan datang ke pengadilan dan debat di sana”

*pasti gitu jawab pak/bu polisi*

123. maspurwoko - 21 April, 2014

saya tetap tidak sepakat dengan pemakaian knalpot bukan pada SNI atau tidak, tapi bising tidaknya.
banyak pengguna motor bangga dengan knalpot memekakkan telinga.
hati-hati, jika ada yang mendoakan buruk bagi para penggemar knalpot yang memekakkan telinga, baik ada SNI atau tidak.

Apalagi motor yang platnya disembungikan di kolong bahkan tak ada plat belakangnya.

Perusahaan Motor adalah salah satu perusahaan yang membuat tapi tak bertanggungjawab pada imbas buatannya. Sebanyak-banyaknya motor dijual, tapi imbas (kemacetan) yang pusing pemerintah dan masyarakatnya. Produsen senang saja dan tak merasakan kemacetan.

124. maspurwoko - 21 April, 2014

sepakat dengan mat Solar.
Knalpot racing, motor CC besar itu tidak ramah dengan lingkungan serta tak sensitif dengan keadaan bahan bakar yang semakin berkurang. Motor CC besar itu isinya cuma Gaya saja.

125. maspurwoko - 21 April, 2014

saya tetap tidak sepakat dengan pemakaian knalpot bukan pada SNI atau tidak, tapi bising tidaknya.
banyak pengguna motor bangga dengan knalpot memekakkan telinga.
hati-hati, jika ada yang mendoakan buruk bagi para penggemar knalpot yang memekakkan telinga, baik ada SNI atau tidak.

Apalagi motor yang platnya disembungikan di kolong bahkan tak ada plat belakangnya.

Perusahaan Motor adalah salah satu perusahaan yang membuat tapi tak bertanggungjawab pada imbas buatannya. Sebanyak-banyaknya motor dijual, tapi imbas (kemacetan) yang pusing pemerintah dan masyarakatnya. Produsen senang saja dan tak merasakan kemacetan.

126. motogokil - 21 April, 2014

kalo mau plong tapi nggak ke tilang, bikin aja saringan model kayak dalam artikel ini http://motogokil.com/2013/12/25/exhaust-knalpot-racing-dilarang-nggak-masalah-bikin-silencer-model-kayak-gini/

127. pak tarno - 21 April, 2014

loh, padahal saya pasang knalpot non orisinil yg suaranya mak jebrettt waktu cek fisik samsat lolos kok, gimana ini, aturan kok tumpang tindih.
ada aturan kementrian yg nyatakan dengan DESIBEL, DB, ada aturan kepolisisan yg main pukul rata aja.
kalo pukul rata apa iya knalpot standar MV agusta gak ditilan, suaranya mak jegeeerrrrrrrrrrrrrr….. dibanding nobi berDB killer?

128. Mase - 21 April, 2014

celah pak polisi menambah pundi”

129. Indener R15 #1678 - 21 April, 2014

DB killer ibaratnya sekedar “menghargai” polisi, pas sudah jauh dari kantor dan pos polisi… cabut DB killer and ready for race.!😀

130. Mase - 21 April, 2014

gak sah bingung wong polisine yo podo go knalpot racing kok

131. vario kinclonk - 21 April, 2014

ane punya FAKTA MENARIK,

ane tanya ama temen ane yg sodaranya polisi,

kenapa polisi suka nilang seenak jidatnya walaupun masalah kita sepele kyk lupa nyalain lampu atau lupa pake pentil,..?

karena polisi ngejar target bahwa “BUKU TILANG” harus habis brp ribu lembar gitu perbulannya jadi jgn salahin polantasnya tapi salahin atasannya itu kenapa harus dipakein target

vario kinclonk - 21 April, 2014

oiia utk kenalpot walaupun suara kenalpotnya alus tetep aja kena tilang kalo bentuknnya freeflow,

tapi anak balap liaran skrg pada pinter2 kenalpot std di belek terus dimasukin kenalpot racing istilahnya “knalpot kondoman” patut di coba broh, bentuk bole std kalo dalemannya yoshimura bijimane😀

Mas Jokokarta - 21 April, 2014

betul mas, saya punya pengalaman sama waktu sama teman kena tilang di pos polisi daerah secang magelang. Pos polisi yang ada di pinggir jalan semarang menuju magelang/ jogja.

Masalahnya karena STNK sedang di proses, karena bertepatan dengan hari itu batas terakhir masa berlaku pajak. Jadi yang dibawa cuma lembaran pajaknya saja. Dan POLISI tidak mau tahu, dianggap tidak bawa STNK!!

mau protes tunggu sampai selesai razia, setelah selesai saya dan teman masuk keruangan, salah seorang petugas menghitung blangko kuitansi ternyata masih kurang 1 lembar dari target. Spontan dia berkata : ” mas kurang 1 jatahe, nyegat meneh nyegat meneh!! siji wae…..!!”

edan!! modaro nang nroko su!!

132. prasetyo676 - 21 April, 2014
133. wawan - 21 April, 2014

bongggggkkkooooooo kangg… baruu aja pesen knalpot custom blong tp alus… eh ladalahhh

134. Mas Jokokarta - 21 April, 2014

hati-hati ban bocor juga bisa kena tilang!! rem gak pakem kena tilang!! kampas kopling selip kena tilang, telat servis kena tilang, rante kendor kena tilang!! karena sudah tidak memenuhi kelayakan teknis dari atpm!!

135. hi hi hi - 21 April, 2014

Sebenernya maksudnya polisi itu baik, inget dulu waktu awal 80 an yg disuruh pake helm, awalnya depan saja, trus boncenger juga, trus sni. Tetep aka masih banyak yg ngeyel karena kepalanya sdh merasa sni toh?
Logikanya jalan umum kan dipakai banyak org, jadi terikat peraturan peraturan.

136. isalisil - 21 April, 2014

Kasian industri kenalpot di Purbalingga😦

137. Pemakai saja - 21 April, 2014

HAYO SIAPA YANG MASIH NGEYEL, PASTI GEROMBOLAN ALAYER. GIMANA YANG PADA PAKAI KNALPOT SAKURA?

138. sales yamah keparat semua - 22 April, 2014

yamaha jualan motor pake cara-cara melanggar hukum, fitnah, pake tangan preman tukang parkir satpam sampai geng motor direkrut buat menyakiti pengguna motor merkhonda terutama jenis matic, pengguna motor merk honda jenis matic dibuat tidak aman bahkan sampai di fitnah dan sebagai nya, perlu kalian ketahui pengguna hanyalah pengguna alias konsumen yangtidak tahu apa-apa, dan cara-cara berdagang yamaha itu sudah melanggar hukum negara melanggar hukum agama melanggar norma etika, kalian jangan jadi banci kampungan begitu kalau jualan,kata-kata kalian bisa direkam dan dijadikan bukti di pengadilan

139. RezaYellow46 - 22 April, 2014

Aturannya ga jelas, serba harus pakai knalpot standar ah tai. Harusnya standarisasi dulu knalpot after market mana yg boleh pake mana yg tidak, diluar negri aja gt.

Berarti Ninja 250 pakai knalpot racing nda apa2 donk lah wong tidak lbh berisik dari knalpot standar Ducati Panigale.

140. hayyu motor - 22 April, 2014

pake knalpot std lebih aman toh…

141. master - 22 April, 2014

halaaahhh ujung2nya tetep mau nyari duit

142. beopat - 22 April, 2014

oot kang haji. kl ban cacing melanggar gak? kan ga sesuai dengan yg didaftarkan spek sutandarnya. mohon pencerahannya.

143. Zas-R - 22 April, 2014

pantasan Harley bisa ttp enak melaju dgn suara MENGGELEGAR… krn mmg dr ATPMnya spt itu…

144. #L - 22 April, 2014

tapi kok banyak juga yah oknum yang pake knalpot racing ?? di tilang juga gak tuh pak ???

145. Pentatoniclovers - 22 April, 2014

Bahasan ini sangat menarik. Kalau kita melihat penjelasan dari beliau tentang isi Pasal 285 UU Lalu Lintas yang menyebutkan:
”Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) “
maka yang menjadi pertanyaan adalah apakah yang dimaksud dengan persyaratan teknis dan laik jalan pada pasal 106 (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3)? Pasal 48 (4) UU Lalu Lintas menyatakan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Apabila kita melihat Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (PP 55/2012), dijelaskan bahwa PP 55/2012 diterbitkan sebagai peraturan pelaksanaan dari Pasal 48 ayat (4) UU Lalu Lintas. Lantas, bagaimanakah isi P55/2012 mengenai knalpot? Asumsi saya dalam PP55/2012 ini istilah knalpot disamakan dengan ”Sistem Pembuangan”.

Karena itu Pasal yang relevan mengenai ”Persyaratan Teknis” untuk ”Sistem Pembuangan” adalah Pasal 7 (c) dan Pasal 14.

Pasal 14 Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan mengatakan:
(1) Sistem pembuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c paling sedikit terdiri atas manifold, peredam suara dan pipa pembuangan.
(2) Sistem pembuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan:
(a) dirancang dan dibuat dari bahan yang cukup kuat;
(b) arah pipa pembuangan dibuat dengan posisi yang didak menggangu pengguna jalan lain;
(c) asap dari hasil pembuangan tidak mengarah pada tangki bahan bakar atau roda sumbu belakang Kendaraan Bermotor; dan
(d) pipa pembuangan tidak melebihi sisi samping atau sisi belakang Kendaraan Bermotor.
(3) Pipa pembuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus diarahkan ke:
(a) atas;
(b) belakang; atau
(c) sisa kanan di sebelah ruang penumpang dengan sudut kemiringan tertentu terhadap garis tengah Kendaraan Bermotor;
untuk Kendaraan Bermotor selain Sepeda Motor.
(4) Sistem pembuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus diarahkan ke arah kanan bagian ruang pengemudi, untuk Kendaraan Bermotor untuk mengangkut barang yang mudah terbakar.
(5) Sistem pembuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus diarahkan ke arah belakang pada sisi kanan, untuk mobil Bus.
Di sini terlihat bahwa syarat teknis lebih mengarah kepada tata cara pemasangan Sistem Pembuangan.

Kemudian mengenai ”Syarat Laik Jalan” terkait dengan knalpot dapat ditemukan pada Pasal 64 (2) (Umum), Pasal 65 (Emisi Gas Buang), Pasal 66 (Kebisingan Suara).

Pasal 65 (Emisi Gas Buang) mensyaratkan agar emisi gas buang diukur berdasarkan kandungan polutan yang dikeluarkan tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan Menteri di bidang Lingkungan Hidup yang berkoordinasi dengan Menteri di bidang Perhubungan.

Pasal 66(Kebisingan Suara) mensyaratkan agar kebisingan suara diukur berdasarkan energi suara dalam satuan desibel (A) atau dB (A), tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan Menteri di bidang Lingkungan Hidup yang berkoordinasi dengan Menteri di bidang Perhubungan.

Jadi melihat kedua hal utama mengenai ”Persyaratan Teknis” dan ”Persyaratan Layak Jalan” terkait ”Sistem Pembuangan” menurut PP55/2012 di atas, asumsi saya yang ditekankan adalah ”tata cara pemasangan supaya sesuai dengan Pasal 14 PP55/2012” dan tidak melanggar ketentuan Pasal 65 (tentang Emisi Gas Buang) dan Pasal 66 (tentang Kebisingan Suara) PP55/2012. Bagaimana dengan knalpot modifikasi/variasi/aftermarket/impor maupun lokal? Menurut asumsi saya asalkan tidak melanggar Pasal 14, 65 dan 66 PP55/2012, harusnya tidak dikenakan sanksi ya. Bagaimana menurut bro and sis?

146. Uye - 22 April, 2014

Berarti metu kang diler wis motor ra sah di ubah2… Yen diubah ya ditilang contoh ban kudu standar pabrik..ora nyeni temen ya….

147. warga - 22 April, 2014

anak biker dijalanan gak ada etika.. ngebut benjut… hajar aja…

148. Awas motor ga standar potensi di tilang polisi | Smartfaiz - 23 April, 2014
149. Ajie Fauzi - 23 April, 2014

banyak juga motor bapak polisi yth yg pake motor berisik kaya pake ninja rr n 250.. itu piyee ya pak??

150. law - 23 April, 2014

penafsiran pasal dalam UU LLAJ yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut tidak dibenarkan, apalagi dengan dalih untuk menilang seseorang karena sistem pembuangan (knalpot) pada kendaraannya telah dirubah/ berbeda dari standar pabrikan. Yang berhak menentukan seseorang telah melanggar pasal dalam ketentuan UU LLAJ adalah hakim, kemudian ditetapkan melalui putusannya. Jadi walaupun seorang polisi menilang kendaraan bermotor yang dianggapnya menyalahi aturan karena mengganti sistem pembuangan (knalpot) karena telah dirubah/ berbeda dari standar pabrikan, bukan berarti orang tersebut telah pasti melanggar ketentuan Pasal 285 UU LLAJ, hal itu hanya sebatas dugaan pelanggaran, kemudian putusan hakim di persidanganlah yang mutlak dijadikan dasar apakah benar seseorang telah melanggar ketentuan pasal tersebut.

apabila kita cermati bunyi Pasal 285 jo Pasal 106 ayat (3) jo Pasal 48 ayat (3) UU LLAJ, maka jelas tidak ada ketentuan yang menyebutkan bahwa penggantian knalpot berbeda dari standar pabrikan “dilarang”.

#analisis singkat

151. motorohim - 23 April, 2014

klo begitu, berarti harus standar full pabrikan, mengganti 1 aja dengan barang aksesoris bisa kena pasal dunk, misal ganti spion pake yang dari koso atau lainnya….
ah yang penting mah bawa duit, hehe
http://rohimmoto.wordpress.com/2014/04/15/penantian-yzf-r15/

152. Bina Samudera - 25 April, 2014

Bagus Pak Polisi utk tindakan tilang knalpot, saya setuju banget, krn rata2 rider yg pake knalpot non standard bersifat arogan di jalan umum. Kalo mau di sirkuit saja, … mau sampe pecah tuh knalpot silahkan🙂

153. maspurwoko - 25 April, 2014

pedomannya adalah empati pada orang lain. TITIK.
Saya cuma mengingatkan, kalau pake knalpot (salah satunya) yang memekakkan telinga dan ada orang yang mendoakan jelak pada saudara… maka akan fatal akibatnya.

Di jalanan, pengamatan saya, mayoritas biker yang knalpotnya blombongan pada jembabasan. Yang tidak menggunakan knalpot blombongan juga ada yang jembabasan.

EMPATI. TITIK.

154. miiirr - 26 April, 2014

pake tsukigi ajaa, trus pake cover knalpot asli wkwk

155. Cilegon - 12 May, 2014

disini(diCILEGON Banten) aman-aman aja bro..gimana gak aman orang polisinya aja pake knalpot racing.yg penting ada SIM/STNK udah aman,


Sorry comments are closed for this entry

%d bloggers like this: