jump to navigation

welah dalah Impor Premium yang sekarang Nggak efesien ? 1 January, 2015

Posted by Taufik in Blogging activity.
Tags: , , , , , , ,
trackback

harga-bbm

Bro sekalian sahabat IMN yang Fantastis, mengunyah ngunyah informasi yang pernah di publish oleh kanal ekonomi dari Okezone (1) jelas jelas IMN merasa Kaget nih . . . lha gimana nggak kaget soale berdasarkan salah satu anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Fahmy Radhi ternyata Bahan Bakar Premium yang selama ini menjadi konsumsi mayoritas pengguna kendaraan umum merupakan hasil Impor dari negara asing . . . lha koq gitu aja kaget sob? bukan hanya itu sob . . . informasi yang terkunyah lainnya adalah, Premium Ron 88 tersebut ternyata hasil pengolahan dari BBM yang beroktan lebih tinggi  . ..  welah dalah

bahasamu ketinggian sob . . . hahaha okeh jadi gini . . . jadi itu Pak Fahmy Radhi berkata bahwa ternyata Indonesia mengimpor BBM beroktan 92 ( setara pertamax) dari negara asing  lalu di olah didalam negri sehingga hasilnnya adalah bbm dengan oktan lebih rendah yakni oktan 88 . . .

Hehheeh kalo anak anak motor ini dikenal dengan nama DownGrade  . . . opo nggak mumet sob  sob ?? Lho koq abis ngunyah ngunyah malah mumet ? gini nih yang bikin mumet IMN coba kasih ilustrasi biar gampang ngunyahnya

Misale ente beli BBM oktan 92 seharga 1000 per liter

Lalu itu BBM di proses ( di downGrade/ diturunin oktannya jadi 88 ) dengan biaya 50 perliter

Lalu BBM hasil proses penurunan oktan dijual dengan bandrol 800 perliter

bayangin dah . . . apa nggak mumet? udah pake biaya buat downgrade, hasile downgrade, lalu dijual beluh murah pula . ..  ini jelas suatu ketidak efesienan  . . . istilahe apa yaa?  . . . nah inefesiensi kalo kata orang sunda . . . apa nggak iya kalo gitu coba?

Makannya jangan heran apabila banyak suara suara sebelum hari ini yang menginginkan lebih baik pertamax aja yang di kasih subsidi hehehe . . . walah  tapi nggak mungkin soale pemerintah hanya menetapkan bbm subsidi cuma buat minyak tanah dan solar aje sob . . . nahhh  . . . tapi tetep terngiang ngiang nih di otak . . . mana impor dari luar, lalu di downgrade, lalu dijual lebih murah . ..  silahkan dikunyah kunyah dan didiskusikan sob . . . ( IMN-Taufik of BuitenZorg )

Silahkan bersilaturahmi Juga dengan TMCBlog melalui

 

Comments

1. Apipblog.com - 1 January, 2015

Terlalu …!!!!!!!!.

Rio - 1 January, 2015

Hmmmm……kok bisa begono?

http ://motorrio.com/2014/12/31/first-impression-suzuki-burgman-200-big-luxurious-matic/

2. bom-bom - 1 January, 2015

Mumpung seli ! Podiumkahh hehehe muga” dgn 4 bloger nulis disini bisa nambah ilmu buat pembaca maju terus wak taufik , lek iwb , mbah dukun satar Dan mm tentunya

3. Yoshi - 1 January, 2015

Pokoknya tetap beli di Pertamina

http ://indomoto.com/2015/01/01/tak-mau-kalah-sama-pertamina-shell-ikut-turunkan-harga/

4. tukimin - 1 January, 2015

mossok… bensin rp.800/liter .?

5. biker pct - 1 January, 2015

bisa jadi di luar negeri BBM ron 88 udah jarang dipake

6. Baby cheetah - 1 January, 2015

Kenapa gk langsung jual jdi pertamax tpi dg harga premium aja? Lebih hemat gk perlu biaya mengolah’a jdi oktan 88…
Kenapa malah didowngrade dulu?
Kok Aneh banget ya…
Apa saya yg gagal paham…

7. ardiantoyugo - 1 January, 2015

Pertamax ja…

http ://ardiantoyugo.com/2015/01/01/motor-dengan-bagasi-luas-akan-semakin-diminati/

8. ipanase - 1 January, 2015

bisa nyedot minyak mentah
kewalahan ngolah
siapa itu ????
pertamax 92 Rp. 8700 area jabodetabek
http ://pertamax7.com/2015/01/01/harga-pertamax-ron-92-area-jabodetabek-rp-8700-berlaku-kapan/
berlaku kapan??? jangan2 januari 2100 besok?

9. ipanase - 1 January, 2015

bisa nyedot minyak mentah
kewalahan ngolah
siapa itu ????

10. gilaroda2 - 1 January, 2015

Klo bisa dipersulit, kenapa dipermudah…wkwkekekek…!!!

11. laré dusun - 1 January, 2015

mikir karepe rojo ki nyat nggawe mumet mbah….dadi.wong cilik penting di okei dongo lan usoho…mugo2 olehe makaryo di paringi lancar…

12. orong-orong - 1 January, 2015

Ah gak percaya sama pertamini, pencitraan

13. baha - 1 January, 2015

ente percaya? logikanya dimana coba?

14. botak sariawan - 1 January, 2015

Downgrade ini yg katanya dapat menimbulkan mafia bbm.
Seandainya premium dihapuskan setidaknya akan mengurangi pendapatan mafia.
Vote pertamax aja yg disubsidi.

15. discovery - 1 January, 2015

sepertinya ga sesimpel itu wak..ya pemikiran awamnya sih, kalau diolahnya dengan dicampur material tertentu, pastinya secara kuantitas bertambah, tapi dgn cost yg lebih rendah ketimbang jual pertamax langsung. hanya saja mungkin secara cost total, sudah tidak efisien. pendapat awam aja sih. tentu prefer subsidi ke pertamax atau upgrade premium mungkin ke ron 90 gitu?mungkin ga ya

16. Datuk Toman - 1 January, 2015

Komen pertama….

17. Febrian - 1 January, 2015

lbih baik Premium dihapus, Pertamax lbih bagus

18. ms - 1 January, 2015

gosip lama yang selalu di sangkal pihak terkait, makanya pernah ada cerita premium berisi pertamax.
mengenai kenapa harus diturunin ke ron 88? meskipun bakal rugi dua kali, itu karena undang2 menyebutkan bahwa yg di subsidi hanya ron 88, makanya sekarang mau mberesin undang2 dulu.

19. werkudoro - 1 January, 2015

ono ono wae, ikut pemerintah sajalah.. nggk mau ikut mikir yg begituan

20. miirr - 1 January, 2015

Duaarrr sekalian jadi minyak gosok😂

21. putra - 1 January, 2015

lebih baik sekolahin pemuda indonesia buat belajar bikin pertamax,, jd ga usah import..! kebanyakan yg pinter di negeri ini..!

22. kyoghi - 2 January, 2015

supaya bisa monopoli bbm di negeri sendiri, kalo ga, udah lama pada beralih ke shell semua

23. fa74 - 2 January, 2015

Membentuk opini publik. Pikir logis ajalah.. ada yg aneh g tu???..

24. robertdenura - 2 January, 2015

Wak Haji..proses menjadi Ron88 setahu saya tidak “sepolos” itu kok.. Bukan sengaja menurunkan kualotas Ron92 yg diimpor menjadi Ron88, melainkan dicampur dengan bahan lain (klo gak salah namanya Nafta) dan diolah sedemikian rupa dengan komposisi tertentu sehingga menjadi Ron88. Nah, si Nafta ini merupakan hasil produksi pertamina sendiri, semacam bahan bakar kualitas rendah (Ron70). Jadi, Ron92 yang diimpor itu difungsikan sebagai bahan ‘pendongkrak’ kualitas Ron70 yang diproduksi pertamina, sehingga bisa layak dijual sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (Ron88).

Lengkapnya bisa disimak di artikel ini:
http ://finance.detik.com/read/2014/12/06/140349/2769573/1034/

Informasi ini perlu diluruskan menurut saya, agar pembaca (masyarakat) tidak salah kaprah dan langsung berburuk sangka ini-itu..

25. sucahyoaji - 2 January, 2015

Yang bikin bingung, katanya yang downgrade kilang minyak pertamina, tapi kok yang menentukan harga kartel?

Katanya pula kalau bensin RON88 dihapus, Pertamina akan kehilangan sumber keuntungannya?

https ://kupasmotor.wordpress.com/2014/12/30/soal-penghapusan-premium-dan-pertamax-dijual-jadi-7500-kekayaan-indonesia-itu-untuk-memakmurkan-rakyat-atau-untuk-memakmurkan-pertamina-sih-bro/

26. AbiBudi - 2 January, 2015

Kan ini INDONESIA sob..!,kayak tdk tahu Indonesia aja..


Sorry comments are closed for this entry

%d bloggers like this: