jump to navigation

konon kecil lebih baik dari yang besar ! 10 January, 2015

Posted by Mbah (‾ϖ‾) Dukun in Blogging activity.
trackback

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/84d/3186110/files/2015/01/img_1540.jpg

terjadi di kelas supersport vs superbike

Jika kita bicara segmen superbike vs supersport, konon harga motor keduanya tidak terpaut jauh. Bahkan hampir seluruh konsumen kelas supersport tidak kesulitan memboyong motor kelas superbike, namun tetap saja untik benerapa tipe motor supersport jauh lebih laris dibandingkan motor superbike!

padahal istilah big is beautifull mestinya berlaku secara universal, khsusunha di dunia otomotif. Namun di kelas supersport vs superbike justru urung terjadi

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/84d/3186110/files/2015/01/img_4929.jpg

having fun with revving

Alasan kenapa motor 1000cc dianggap tidak seasik motor 600cc atau mereka yang kapasitasnya lebih kecil? Itu karena tenaga motor tersebut terlalu besar. Sementara motor 600cc atau dibawahnya memang tenaganya kalah sekita 30-40% dibandingkan versi superbike tapi motor tersebut dianggap lebih fun ! Kenapa ?

jawabanya cuma satu, karena biker merasa percaya diri bahwa skill mereka diatas power motor tersebut, sehingga cukup banyak ruang bagi mereka buat ber improvisasi dengan motornya. Makanya kadang smaller is better … Way way better

Comments

1. ardiantoyugo - 10 January, 2015

F4 RR…

2. click! - 10 January, 2015

berarti.. bisa menguasai sesuatu membawa perasaan senang ya..

3. st3v4nt - 10 January, 2015

Makanya disini yg laku matic kecil2 kan bukan motor sport yg kalau naik mesti jinjit…

4. ArDa - 10 January, 2015

memang handling motor itu berpengaruh sekali http ://arifdadot. com/2015/01/10/ kemungkinan-cs1-jadi-bebek-super-selalu-terbuka-selain-ayago-bisa-tandem/

5. praptoR - 10 January, 2015

Smaller is better” jozz..

6. gilaroda2 - 10 January, 2015

superbike 1000cc, dgn stroke yg lbh panjang revving mentok di 12000rpm, klo supersport 600cc stroke pendek, revving bs sampe 15000rpm lebih, mungkin disitu sensasinya yg beda…mungkin lih ya wong rung tau njajal…🙂


Sorry comments are closed for this entry

%d bloggers like this: