jump to navigation

Ketika Harley-Davidson Memiliki Varian Ultra Entry Level (500 CC), Mungkinkah Pabrikan Non Jepang Lainnya Mengikuti? 11 January, 2015

Posted by monkeymotoblog in Blogging activity.
Tags: , , , , ,
trackback

harley-davidson-street-500#1

Sobat IMN yang luar biasa, kita semua sudah tahu bahwa saat ini pabrikan motor legendaris asal Amerika, Harley Davidson, memiliki varian ultra entry level berkubikasi 500 dan 750 CC. Motor ini di Indonesia sendiri hanya setelah dua minggu perilisannya sudah di order 100 unit! Sambutannya ternyata diluar dugaan untuk pasar Asia. Kepercayaan diri Harley Davidson Motorcycle untuk memproduksi motor ini tampaknya tidak berlebihan. Untuk pasar Asia Pasifik, sambutan motor ini memang cukup baik. Lalu timbul pertanyaan? Mungkinkah pabrikan non-jepang lainnya mengikuti??

2014-bmw-f800r-f

Sebut saja Ducati, BMW, MV Agusta, Triumph. Mungkin atau tidak pabrikan-pabrikan ini memproduksi motor ultra entry level? Opini MMBlog selaku kontributor IMN adalah, sangat-sangat kecil kemungkinan pabrikan-pabrikan motor asal Eropa tersebut memproduksi motor-motor ultra entry level untuk saat ini! Karena apa? Hal krusial yang perlu diperhatikan ketika ingin memproduksi motor entry level adalah, positioning dari merek motor itu sendiri!

Street Triple 660, Entry Level Triumph

Street Triple 660, Entry Level Triumph

Motor-motor Eropa identik dengan motor-motor yang high-performance, kencang, bertenaga besar, dan inilah positioningnya, The Beauty and Performance Vehicle! Jika saja nekad memproduksi motor-motor ultra entry level, bisa jadi image atau positioning tersebut akan bergeser, karena perbedaan performa motor-motor ultra entry level dengan sepeda motor satu kelas di atasnya akan terlampau jauh! Berbeda dengan Harley Davidson yang tidak terkesan sebagai performance bike, melainkan lebih ke lifestyle dan touring! Yakin dah, Harley 500 jika touring bareng sama 883 gak akan terpaut jauh:mrgreen: .

Adakah solusi apabila pabrikan-pabrikan motor high performace tadi ingin memproduksi motor ultra entry level tanpa harus mencederai image yang sudah mereka bangun? Jawabannya tentu bisa sob. Dengan tidak murni meraciknya di pabrik sendiri, melainkan ada gabungan dengan brand lain, hal ini tentu dapat diminimalisir. Contohnya adalah kerja sama antara BMW dengan TVS. Nah, jika memang ingin memproduksi motor 250-500 CC, akan pas jika branding TVS lebih kuat, namun tetap mengusung atau menyelipkan bahwa motor ini ada campur tangan BMW dalam produksinya! Motornya laku, nama besar BMW tetap joosss!

Ducati Monster 400

Ducati Monster 400

Bicara positioning dan marketing memang menarik sob! Bahkan dulu Ducati monster 696 puna akhirnya diganti oleh 795, karena mungkin kubikasinya kekecilan untuk ukuran Ducati. Hmm, yang menarik adalah Triumph nih, mereka ternyata punya varian Street Triple 660 yang merupakan motor learner atau motor untuk belajar. Kalau Harley 500 masih pas untuk lucu-lucuan, namun untuk Ducati 400-500 kayaknya jadi sama sekali gak lucu ya Sob:mrgreen: . pernah sih Ducati bikin monster 400, tapi umurnya sebentar banget, dan sekarang udah jadi collector item itu motor! Nest time kita bahas terpisah! (IMN – Vandra MMBlog).

Comments

1. pupukorganij - 11 January, 2015

bensin

2. hendiemansuherman - 11 January, 2015

Minyak tanah

3. Handaru Doank - 11 January, 2015

Apasih yang ga mungkin?

4. giripur - 11 January, 2015

twin
https ://girblogg.wordpress. com/2015/01/11/ wajah-yamaha-soul-gt125-wow-gan/

5. wong deso - 11 January, 2015

gimana mau rame warungnya kalo kena moderasi terus…? males


Sorry comments are closed for this entry

%d bloggers like this: