jump to navigation

Bebek Dan Matik 150 CC Lahir, Ketika Pasar Sudah Mencapai Titik Jenuh 19 January, 2015

Posted by monkeymotoblog in Blogging activity.
Tags: , , , , ,
trackback

2012SupraX125HelmIn#3

Sahabat IMN yang luar biasa, fenomena motor berkubikasi besar tampaknya tidak lagi tertutupi oleh kabut tebal. Bukan lagi sesuatu yang wah dan luar biasa. Bukan lagi barang langka. Bukan lagi sesuatu yang eksklusif, yap kini dan selanjutnya, motor-motor yang biasanya terasosiasi oleh kubikasi atau CC kecil, kini sudah bengkak dan dapat diterima apabila memiliki kubikasi yang lebih besar dari biasanya. Fenomena yang tidak biasa, tapi berterima, kenapa hal ini dapat terjadi?

Menurut MMBlog pribadi, setiap produk biasanya atau lazimnya memiliki fase yang dirangkum dalam life cycle. Yap, sebuah umur, usia, daya tahan, dan kelaziman. Masih ingatkah teman-teman ketika dahulu pada tahun 1990-an, bebek berkubikasi 110 CC menjadi idola dan menjadi bebek dengan kubikasi terbesar di kelasnya yang kebanyakan berkubikasi 100 CC ? Menjadi sesuatu yang hangat diperbincangkan, didiskusikan, dan manjadi strong point dari produk tersebut.

exciter-21

Namun demikian, lambat laun apa yang terjadi?? Kubikasi 110 CC merupakan kubikasi yang saat ini dianggap sebagai kubikasi ultra entry level! Dan kubikasi 100 CC malah sudah lenyap CMIIW. Saat ini yang lazim bagi motor-motor bebek dan matik adalah kubikasi 125, 110 diposisikan dibawahnya. Dan saat ini matik dan bebek 150 menjadi spesial dan luar biasa.

Lalu apa yang menyebabkan kubikasi besar semakin dilirik dan responnya positif. Lagi-lagi, ini sepertinya disebabkan oleh iklim kompetitif dan persaingan yang terjadi. Persaingan dalam kehidupan, ketika berkendara dengan motor 110 CC dirasa kurang cepat mengantar ke tempat tujuan, kurang responsif, maka CC besar akan mampu memenuhi kebutuhan itu. Walaupun kenyataannya di jalan macet, antara kubikasi besar dan kecil sama saja. Tapi berkendara dengan CC besar akan memberikan suggesti “lebih cepat”.

vario-150+3

Hmm, dari fenomena ini, bisa jadi dalam beberapa tahun ke depan, tidak ada lagi matik atau bebek yang berkubikasi 110 CC. Kalau 125 CC bisa lebih irit dari 110 CC, lalu powernya juga lebih baik, untuk apalagi motor 110 CC? Inilah yang terjadi pada motor 100 CC dahulu, ketika supra x 100 sedang jaya-jayanya, kemudian di ganti oleh Supra X 125, dan mungkin nanti ada Supra X 150:mrgreen: .

Oke deh, bakal ada gak ya bebek 200 CC dua silinder inline tiduran? kayak karya modifikator tanah air gitu. Ahhh, semoga saja (IMN – Vandra MMBlog)

 

Comments

1. mas hendrik - 19 January, 2015

wah, sinyalemen k5*a nih kyknya😀

2. orong-orong - 19 January, 2015

matik kayaknya belum jenuh, kalau bebek sich iya

3. st3v4nt - 19 January, 2015

Setuju yang habis nasibnya itu bebek….tanggung soale sekalian aja naik ke sport entry level…tapi motor secara keseluruhan juga dikurangi sedikit demi sedikit pake alasan demi ketertiban, safety, dan pasar bebas mobil ‘murah’….

4. ardiantoyugo - 19 January, 2015

sport e dibenahi… mosok kalah sama matic..

Review Suzuki Address:
http ://.com/2015/01/19/ performa-suzuki-address-penantang-berat-honda-spacy/

5. SANSINNO.COM - 19 January, 2015

manteep

http ://.com/2015/01/19/motor-sport-yang-tidak-menggunakan-helm/


Sorry comments are closed for this entry

%d bloggers like this: